JAKARTA, Seputarkata.com – Upaya pelestarian rekam jejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan oleh dokumentator independen Dian Rana.
Setelah menerima apresiasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas kontribusinya dalam penyelamatan arsip pembangunan IKN, Dian kembali menyerahkan 102 arsip video untuk menjalani proses kurasi dan penilaian sebagai arsip bernilai sejarah nasional.
Arsip yang diserahkan merupakan hasil dokumentasi lapangan yang direkam sepanjang tahun 2022 hingga sebagian 2023. Sebelum diajukan ke ANRI, seluruh video telah melalui proses seleksi dan pendataan secara mandiri agar memudahkan proses identifikasi oleh tim kurator.
“Dari sebagian besar video saya di tahun 2022 dan sebagian di tahun 2023 terkumpul sekitar 102 file video. Saya juga membuat satu file Excel yang berisi data lokasi dan deskripsi setiap video untuk memudahkan proses kurasi di ANRI sesuai pengalaman sebelumnya,” ujar Dian Rana, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Dian, setiap dokumentasi dilengkapi informasi rinci mengenai lokasi pengambilan gambar dan keterangan isi video. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan nilai informasi yang terkandung dalam arsip dapat dipahami secara utuh oleh pihak yang melakukan penilaian.
Penyerahan arsip terbaru ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Dian untuk menyelamatkan sekitar 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN yang telah ia kumpulkan selama mengikuti perkembangan proyek ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.
Sebelumnya, ANRI telah menetapkan 27 nomor arsip digital milik Dian sebagai arsip statis nasional.
Arsip tersebut memuat dokumentasi perkembangan kawasan IKN pada periode 2021 hingga 2022 dan kini menjadi bagian dari koleksi arsip yang memiliki nilai kesejarahan bagi bangsa.
Dian mengaku tidak pernah membayangkan dokumentasi yang awalnya dibuat secara mandiri dengan berbagai keterbatasan dapat memperoleh pengakuan dari lembaga negara.
Pengalaman tersebut justru menjadi penyemangat untuk terus merapikan dan menyerahkan dokumentasi yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang sebagai sumber pembelajaran sejarah.
Selain aktif mendokumentasikan pembangunan IKN, Dian juga menuangkan pengalaman lapangannya melalui buku berjudul “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar”.
Buku tersebut berisi catatan perjalanan dan dokumentasi pembangunan IKN yang telah dibahas dalam forum akademik di Universitas Djuanda pada Mei 2026.
Ia berharap langkah yang dilakukan dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut mendokumentasikan berbagai peristiwa penting di daerah masing-masing. Menurutnya, arsip bukan hanya milik lembaga negara, melainkan juga bagian dari warisan kolektif yang dapat dijaga bersama.
“Semoga semakin banyak warga yang ikut menjadi bagian dari penyelamatan arsip untuk generasi mendatang,” katanya.
Saat ini, 102 arsip video tersebut tengah menjalani tahapan kurasi dan penilaian di ANRI. Apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan, dokumentasi tersebut berpeluang ditetapkan sebagai arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan dan menjadi bagian dari memori kolektif perjalanan pembangunan Nusantara. (*/jan)













