BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pergantian pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan diharapkan tidak mengganggu upaya peningkatan penerimaan daerah.
DPRD Kota Balikpapan menilai rotasi pejabat justru menjadi momentum untuk memperkuat kinerja organisasi, terutama pada Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) yang memegang peran strategis dalam menghimpun Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan pencapaian target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,58 triliun harus tetap menjadi prioritas meskipun terjadi pergantian pejabat di tubuh BPPDRD.
Menurutnya, siapapun yang dipercaya memimpin instansi tersebut memiliki tanggung jawab untuk menjaga tren penerimaan daerah hingga akhir tahun.
“Kami berharap siapa pun yang mendapat amanah memimpin BPPDRD mampu mengawal pencapaian PAD sehingga target yang telah ditetapkan dapat terealisasi sampai akhir tahun,” kata Alwi, Senin (27/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah Pemerintah Kota Balikpapan melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama). Dalam rotasi tersebut, Kepala BPPDRD, Idham, mendapat penugasan baru sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Sementara posisi yang ditinggalkannya akan diisi pejabat baru sesuai mekanisme yang berlaku.
Alwi menegaskan, mutasi jabatan merupakan kewenangan penuh Wali Kota sebagai bagian dari pengelolaan birokrasi. DPRD, kata dia, menghormati keputusan tersebut dan berharap penyegaran organisasi mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan pemerintahan.
Ia juga menepis anggapan bahwa perpindahan jabatan mencerminkan kegagalan pejabat sebelumnya. Menurutnya, rotasi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menghadirkan semangat baru sekaligus meningkatkan efektivitas kerja perangkat daerah.
“Rotasi bukan berarti pejabat sebelumnya tidak berhasil. Ini adalah bagian dari penyegaran organisasi. Yang terpenting, pejabat yang baru bisa langsung bekerja dan melanjutkan upaya memenuhi target PAD yang masih memiliki waktu untuk dikejar,” ujarnya.
Hingga pertengahan tahun anggaran, DPRD masih optimistis target penerimaan daerah dapat dicapai melalui sinergi seluruh organisasi perangkat daerah, khususnya BPPDRD sebagai ujung tombak pengelolaan pajak dan retribusi.
“Kami yakin dengan kerja sama semua pihak, target PAD Kota Balikpapan sebesar Rp1,58 triliun tetap dapat diwujudkan. Harapannya, pergantian pimpinan justru semakin memperkuat kinerja pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah,” tutup Alwi. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














