BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait Rumah Sakit Sayang Ibu belum memasuki tahap pembahasan resmi di DPRD Kota Balikpapan.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan hingga kini pimpinan dewan belum menerima surat pengajuan formal mengenai rencana tersebut.
Alwi mengungkapkan, informasi soal usulan Pansus baru ia dengar secara lisan. Namun demikian, ia memastikan akan melakukan penelusuran internal untuk memastikan apakah dokumen pengajuan telah masuk ke sekretariat DPRD.
“Saya memang baru mendengar kabarnya, tapi secara resmi suratnya belum saya terima. Nanti akan kami cek dulu. Kalau belum ada surat, tentu belum bisa dibahas lebih jauh,” kata Alwi, Senin 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, mekanisme pembentukan Pansus tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Apabila nantinya surat usulan telah diterima, pimpinan DPRD akan lebih dulu menggelar pembahasan internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
Saat ini, lanjut Alwi, persoalan yang berkaitan dengan RS Sayang Ibu masih berada dalam penanganan Komisi IV DPRD Kota Balikpapan.
Komisi tersebut dijadwalkan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan.
“Komisi IV akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, untuk menggali sejauh mana persoalan yang sebenarnya terjadi. Dari situ baru bisa dilihat apakah perlu langkah lanjutan,” ujarnya.
Menurut Alwi, pembentukan Pansus merupakan langkah strategis yang harus dilandasi pertimbangan matang dan objektif.
Jika permasalahan masih dapat diselesaikan melalui fungsi pengawasan komisi, maka pembentukan Pansus dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak.
“Kalau masih bisa diselesaikan di tingkat mitra kerja komisi, tentu tidak perlu langsung ke Pansus. Tapi kalau ada fraksi yang mengusulkan, silakan saja. Usulan tetap kita terima dan kita pelajari,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa hingga saat ini pimpinan DPRD belum memegang dokumen resmi pengajuan Pansus RS Sayang Ibu.
“Sampai sekarang belum ada surat masuk, masih sebatas wacana,” tutup Alwi. (*/jan)














