BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 menjadi momen penting untuk menguatkan layanan kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri, menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk meninjau berbagai program kesehatan yang telah berjalan dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Menurut Sofyan Jufri, HKN bukan sekadar perayaan rutin, melainkan kesempatan strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk mendorong kesehatan yang lebih inklusif dan berkualitas.
“Kita harus melihat HKN 2025 sebagai waktu evaluasi sekaligus akselerasi. Bagaimana layanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya dapat lebih cepat, mudah diakses, dan merata di seluruh Balikpapan,” ujarnya, Senin 10 November 2025.
Sofyan menambahkan, tantangan terbesar masih terletak pada kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan dan menjalani gaya hidup sehat.
“Pemerintah sudah menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari imunisasi hingga program promotif-preventif. Namun tanpa partisipasi aktif masyarakat, tujuan kesehatan yang ideal sulit tercapai,” tambahnya.
Dalam momentum HKN 2025 ini, Komisi IV DPRD Balikpapan mendorong kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta sektor swasta untuk menghadirkan program kesehatan yang inovatif.
Beberapa inisiatif yang menjadi perhatian antara lain kampanye kesehatan digital, penyuluhan gizi untuk anak dan ibu hamil, serta penguatan program imunisasi di puskesmas-puskesmas wilayah Balikpapan.
Sofyan juga menyoroti pentingnya kesiapan puskesmas menghadapi potensi wabah penyakit musiman.
“Setiap puskesmas harus siap dengan sarana dan prasarana, termasuk stok vaksin dan obat-obatan. HKN ini juga momentum menekankan pentingnya penguatan layanan preventif, bukan hanya kuratif,” jelasnya.
Selain itu, legislator asal Dapil Balikpapan Timur ini berharap peringatan HKN 2025 menjadi sarana edukasi berkelanjutan.
Dengan meningkatnya literasi kesehatan, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan tepat terkait pola makan, olahraga, dan pemeriksaan kesehatan rutin.
HKN 2025, menurut Sofyan, bukan hanya seremonial. Lebih dari itu, momen ini harus menghasilkan dampak nyata berupa layanan kesehatan yang lebih merata, masyarakat yang lebih sadar akan kesehatannya, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan dari pemerintah kota.
“Jika semua pihak bergerak bersama, kita bisa mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang sehat dan tangguh menghadapi berbagai tantangan kesehatan,” pungkas Sofyan Jufri. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














