BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali menyoroti lambannya penyelesaian proyek pembangunan pasar tradisional di sejumlah titik kota.
Sorotan ini muncul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan yang digelar pada Senin 13 Oktober 2025.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tugas pengawasan dewan terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang berkaitan dengan sektor perdagangan dan fasilitas publik.
“Kami ingin memastikan sejauh mana realisasi kegiatan yang sudah berjalan. Ini penting agar tidak ada program yang tersendat menjelang akhir tahun anggaran,” katanya diwawancarai wartawan usai RDP.
Dari hasil rapat tersebut, diketahui bahwa progres pembangunan beberapa pasar utama, seperti Pasar Klandasan dan Pasar Inpres, masih jauh dari target. Berdasarkan laporan Dinas Perdagangan, pembangunan baru mencapai sekitar 50 persen.
“Waktu tinggal dua bulan lagi sebelum tahun anggaran berakhir, sementara progresnya baru setengah jalan. Ini perlu perhatian serius agar tidak terjadi keterlambatan bahkan mangkrak,” ujar Fauzi.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, Komisi II berencana melakukan inspeksi langsung dalam waktu dekat. Fauzi menyebutkan, data yang diterima dari laporan resmi sering kali tidak menggambarkan situasi sesungguhnya.
“Kami ingin tahu apa penyebab utama keterlambatan, apakah dari anggaran, pelaksana proyek, atau koordinasi antar instansi. Karena fakta di lapangan bisa sangat berbeda dengan laporan tertulis,” tegasnya.
Selain itu, Komisi II juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan di Blok D, Blok C, dan area kuliner Pasar Klandasan, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
Ia berharap proyek tersebut dapat segera rampung agar pedagang bisa berjualan dengan nyaman dan masyarakat mendapatkan fasilitas yang layak.
“Dinas Perdagangan harus memastikan pekerjaan berjalan tepat waktu, sesuai kualitas yang ditetapkan. Jangan sampai molor atau dibiarkan terbengkalai,” ujarnya menambahkan.
Fauzi menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawasi jalannya proyek hingga selesai.
“Kami ingin memastikan semua pasar ini benar-benar berfungsi untuk masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami agar pembangunan berjalan efektif dan tidak ada yang mangkrak,” ucapnya. (*/DVD/DPRD Balikpapan/jan)



