SAMARINDA, Seputarkata.com – Dinamika kepemimpinan Partai Golkar di Kota Samarinda memasuki babak baru.
Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Samarinda dijadwalkan berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 di Fugo Hotel Samarinda.
Agenda tersebut menjadi momentum untuk menetapkan kepemimpinan baru setelah proses Musda sebelumnya mengalami penundaan.
Ketua Panitia Pelaksana Musda Golkar Samarinda, Arie Wibowo, mengatakan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan dan pelaksanaan Musda kini siap digelar.
“Persiapan sudah selesai dan Musda siap dilaksanakan,” ujar Arie.
Ia menjelaskan, Musda yang semula direncanakan berlangsung pada 18 April 2026 harus ditunda karena kondisi saat itu belum memungkinkan untuk melaksanakan agenda organisasi tersebut.
Setelah dilakukan penjadwalan kembali, Musda akhirnya ditetapkan pada 8 Agustus. Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian adalah pemilihan Ketua DPD Golkar Samarinda untuk periode kepengurusan berikutnya.
Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, hanya satu kandidat yang mendaftarkan diri. Nama tersebut adalah dr. H. Andi Satya.
Dengan hanya satu pendaftar, Andi Satya dipastikan menjadi calon tunggal dalam Musda Golkar Samarinda kali ini. Kondisi tersebut membuat proses pemilihan ketua diperkirakan berlangsung tanpa persaingan antarcalon.
Andi Satya bukan nama baru dalam struktur Golkar Samarinda. Sebelum maju dalam Musda, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt Ketua DPD Golkar Samarinda.
Latar belakangnya sebagai dokter juga berpadu dengan aktivitasnya di organisasi kemasyarakatan dan politik.
Selama berada di lingkungan Golkar, Andi Satya disebut aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta ikut menjaga konsolidasi internal partai.
Sementara itu, posisi Ketua DPD Golkar Samarinda sebelumnya dijabat secara definitif oleh H. Hendra. Ia kemudian mendapat penugasan di tingkat DPD Golkar Kalimantan Timur sebagai Ketua OKK.
Perubahan struktur tersebut membuat kepemimpinan Golkar Samarinda sempat dijalankan melalui mekanisme pelaksana tugas.
Setelah Sapto menjalankan tugas kepemimpinan, posisi tersebut kemudian diteruskan oleh Andi Satya.
Musda 8 Agustus pun menjadi momentum penting bagi Golkar Samarinda untuk menetapkan kepemimpinan definitif sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi menghadapi agenda politik ke depan. (*/jan)













