BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Upaya menekan angka stunting di Kota Balikpapan kini mulai menyoroti satu aspek penting yang kerap terlupakan, yaitu kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa keterlibatan ayah memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang anak, bukan hanya tugas ibu semata.
Menurutnya, selama ini posyandu sering dianggap sebagai kegiatan khusus kaum ibu. Padahal, ayah memiliki tanggung jawab yang sama besar dalam memastikan kesehatan dan kebahagiaan anak-anaknya.
“Ayah bukan hanya pencari nafkah, tapi juga sumber kasih sayang dan dukungan mental bagi keluarga,” ujar Gasali, Jumat 10 Oktober 2025.
Ia menekankan, keterlibatan ayah tidak harus dalam bentuk besar. Hal sederhana seperti mengingatkan anak makan bergizi, menyiapkan sarapan, atau menemani ke posyandu sudah merupakan bentuk kepedulian nyata.
“Kalau ayah bisa meluangkan sedikit waktu, dampaknya sangat besar bagi anak,” tambahnya.
Gasali juga menyebut, peran aktif ayah akan memperkuat kolaborasi di dalam keluarga. Keseimbangan ini menjadi pondasi penting dalam membangun generasi sehat dan tangguh.
Dia mengingatkan bahwa paradigma lama yang menempatkan pengasuhan hanya di pundak ibu perlu diubah. Ia menyebut, banyak penelitian menunjukkan anak justru lebih sering berinteraksi dengan ayah dalam percakapan sehari-hari.
“Dari 17 percakapan anak dengan orang tua, 14 di antaranya terjadi bersama ayah. Ini bukti betapa kuatnya pengaruh ayah dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri anak,” terangnya.
Ia menambahkan, dalam nilai-nilai keagamaan pun, tanggung jawab utama dalam pendidikan keluarga berada di tangan ayah. Karena itu, tidak ada alasan untuk absen dalam pengasuhan hanya karena kesibukan pekerjaan.
“Ibu dan ayah memiliki peran yang saling melengkapi. Tapi kehadiran ayah tetap harus nyata di tengah keluarga,” tegasnya.
DPRD berharap, pendekatan baru yang melibatkan peran aktif ayah ini dapat mempercepat upaya penurunan angka stunting di Balikpapan.
“Pencegahan stunting tidak hanya soal gizi, tapi juga tentang perhatian, kasih sayang, dan kehangatan keluarga,” pungkas Gasali. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



