BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak pernah berdiam diri dalam menghadapi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.
Menurutnya, banjir merupakan permasalahan kompleks yang bahkan di negara maju pun sulit dihindari sepenuhnya. Meski begitu, ia memastikan langkah pengendalian terus dijalankan secara bertahap.
“Masalah banjir itu tidak mungkin hilang seratus persen, bahkan di kota-kota besar dunia. Namun, yang penting adalah komitmen kita untuk terus mengendalikannya. Saat ini progres nyata sudah berjalan, mulai dari normalisasi aliran air, pengendalian sedimen, hingga pembangunan bozem baru seluas hampir 10 hektare di kawasan belakang Pasar Segar,” jelas Rahmad, Rabu 3 September 2025.
Ia menegaskan, keberadaan bozem atau kolam retensi tersebut diharapkan mampu menampung limpahan air hujan, sehingga dapat mengurangi risiko genangan di kawasan sekitarnya.
Proyek itu, kata Rahmad, menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap aspirasi warga dan masukan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.
Rahmad juga menolak anggapan bahwa pemerintah daerah hanya bersikap pasif. Ia menekankan bahwa penanganan banjir justru menjadi salah satu prioritas kerja utama.
“Kami tidak duduk santai, tidak pula sekadar menikmati jabatan. Tugas ini adalah amanah. Setiap langkah yang diambil merupakan tanggung jawab moral saya sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Balikpapan,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Balikpapan juga menyiapkan strategi lain, seperti peningkatan sistem drainase di kawasan rawan genangan, pemeliharaan saluran yang sudah ada, hingga memperkuat koordinasi lintas instansi.
Rahmad mengakui bahwa pekerjaan ini tidak bisa selesai dalam waktu singkat karena memerlukan anggaran besar serta sinergi antara pemerintah kota, provinsi, hingga pusat.
Ia berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif, terutama dalam menjaga lingkungan sekitar. Sampah yang menyumbat saluran masih menjadi salah satu penyebab utama banjir di Balikpapan.
“Kalau masyarakat ikut peduli, hasilnya tentu lebih cepat terasa. Penanganan banjir bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga membutuhkan partisipasi semua pihak,” ucapnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Rahmad optimistis pengendalian banjir di Balikpapan akan semakin efektif ke depan. Meski tantangan masih besar, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan diarahkan untuk memberikan solusi nyata bagi warga. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



