BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Sektor pertanian dinilai masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat apabila didukung pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia yang kompeten.
Karena itu, upaya modernisasi pertanian perlu terus diperkuat agar produktivitas lahan dan kesejahteraan petani dapat meningkat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Jafar Sidik, mengatakan transformasi pertanian tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih efektif, efisien, dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia menilai lulusan perguruan tinggi di bidang pertanian memiliki peran penting dalam mempercepat proses tersebut.
Kehadiran tenaga terdidik di lapangan dapat membantu petani mengadopsi berbagai metode budidaya yang lebih modern, mulai dari pemilihan benih, pengelolaan lahan, hingga pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna.
“Tenaga ahli pertanian perlu lebih banyak hadir di tengah masyarakat. Mereka bisa menjadi pendamping bagi petani untuk memperkenalkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga hasil pertanian semakin meningkat,” ujar Jafar, Jumat 19 Juni 2026.
Menurutnya, tantangan lain yang perlu diatasi adalah rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Padahal, dengan dukungan teknologi dan inovasi, pertanian saat ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan sebagai sumber penghasilan.
Jafar menuturkan bahwa berbagai inovasi dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil produksi, termasuk penggunaan varietas tanaman unggul, penerapan pola tanam yang lebih efektif, serta pemanfaatan pupuk dan sarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Langkah tersebut diyakini mampu mempercepat siklus produksi pertanian. Jika sebelumnya petani harus menunggu berbulan-bulan untuk memperoleh hasil panen, penerapan teknologi dan metode budidaya yang lebih baik dapat membantu memperpendek waktu produksi sehingga panen dapat dilakukan lebih cepat.
“Semakin singkat masa produksi, semakin besar peluang petani memperoleh pendapatan karena perputaran usaha menjadi lebih cepat,” jelasnya.
Selain peningkatan teknologi budidaya, Jafar juga mendorong pengembangan benih berkualitas dan diversifikasi komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah. Dengan demikian, petani memiliki lebih banyak pilihan usaha yang produktif dan bernilai jual tinggi.
Ia berharap penguatan inovasi pertanian dapat menciptakan sektor pertanian yang lebih maju, menarik minat generasi muda, serta mampu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kota Balikpapan maupun daerah sekitarnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)













