PENAJAM, Seputarkata.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan menerapkan metode baru dalam program pembinaan desa dengan konsep bermalam di desa.
Program ini diadopsi dari Kabupaten Paser dan bertujuan untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa dengan memahami langsung kondisi serta tantangan yang mereka hadapi.
Kepala Bidang Kelembagaan Sosial Budaya dan Masyarakat DPMD PPU, Zulbair Amin, mengungkapkan bahwa program ini dijadwalkan mulai diterapkan setelah Lebaran.
“Insyaallah setelah Lebaran, kami akan mulai menjalankan program ini sebagai langkah nyata dalam mendekatkan pemerintah dengan masyarakat desa,” ujarnya, Selasa 11 Maret 2025.
Zulbair menjelaskan bahwa dengan bermalam di desa, tim DPMD dapat berinteraksi lebih santai dengan warga dan kepala desa. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih leluasa dibandingkan dengan pertemuan formal di kantor.
“Kami ingin melihat langsung kondisi desa serta berdiskusi dengan masyarakat dalam suasana yang lebih akrab. Jika hanya dilakukan di kantor, banyak hal yang sering kali tidak tersampaikan secara mendetail,” jelasnya.
DPMD PPU juga telah berkoordinasi dengan kepala desa terkait rencana ini, dan mereka menyambut baik inisiatif tersebut. Zulbair menegaskan bahwa kunjungan tim DPMD tidak bertujuan untuk disambut secara berlebihan, melainkan murni sebagai ajang silaturahmi dan upaya memahami desa lebih dalam.
“Kami tidak ingin ada penyambutan berlebihan. Cukup mengizinkan kami menginap, misalnya di mushola atau rumah warga, agar bisa lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Meski program ini sudah dirancang, teknis pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan, terutama terkait desa mana yang akan menjadi prioritas kunjungan. Zulbair mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan program ini.
Sebagai langkah awal, program bermalam di desa kemungkinan akan diterapkan di empat desa yang mewakili masing-masing kecamatan di PPU. Pemilihan desa tersebut didasarkan pada urgensi permasalahan yang dihadapi serta kesiapan masyarakat dalam menerima tim dari pemerintah daerah.
“Kami masih mempertimbangkan anggaran yang tersedia, tetapi harapan kami, melalui program ini, pemerintah bisa lebih memahami persoalan yang dihadapi desa serta mencari solusi yang lebih tepat,” tandasnya.
Dengan pendekatan baru ini, DPMD PPU optimis dapat meningkatkan efektivitas pembinaan desa dan mendorong pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (*/ADV/Diskominfo PPU/jan)














