BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Balikpapan berkomitmen menekan angka stunting melalui program strategis yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.
Bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, upaya ini difokuskan pada edukasi kesehatan, pendampingan ibu dan anak, serta digitalisasi pemantauan tumbuh kembang anak.
Ketua TP PKK Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa kader PKK akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita guna memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup.
“Kami tidak hanya memberikan penyuluhan, tapi juga mendampingi langsung agar para ibu mendapatkan pemahaman yang benar tentang gizi dan pola asuh,” ujar Nurlena, Jumat 7 Maret 2025.
Sebelumnya Wali Kota Balikpapan periode 2025-2030, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama. Pencegahan sejak dini dianggap penting agar generasi penerus tumbuh sehat dan cerdas.
Sejumlah langkah konkret yang disiapkan antara lain edukasi kesehatan bagi remaja, calon pengantin, serta ibu hamil. Kemudian skrining kesehatan ibu dan anak secara berkala, dan penyediaan gizi dan suplemen, termasuk zat besi untuk remaja putri dan ibu hamil guna mencegah anemia.
Selanjutnya pemberian asam folat untuk mendukung pertumbuhan bayi sejak dalam kandungan.
Pemkot Balikpapan juga akan memperkuat program digitalisasi dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Melalui Posyandu dan Puskesmas, data kesehatan anak akan terintegrasi untuk memastikan intervensi yang tepat waktu.
Upaya pencegahan stunting tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga mendorong partisipasi dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat.
Wali Kota Rahmad Mas’ud mengajak sektor swasta untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang fokus pada perbaikan gizi dan kesehatan anak.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari keluarga, lingkungan, dan pihak swasta sangat penting. Mari bersama-sama menciptakan generasi bebas stunting!” tuturnya.
Dengan program strategis ini, Balikpapan menargetkan penurunan signifikan angka stunting, memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



