BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya penertiban dan penataan kawasan Pasar Pandansari di Balikpapan kembali menjadi sorotan.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mempertanyakan komitmen pemerintah kota dalam menindaklanjuti anggaran yang telah dialokasikan untuk menata kawasan tersebut.
Meskipun DPRD telah mengalokasikan dana demi kelancaran penertiban dan perbaikan Pasar Pandansari, Taufik mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak terlihat langkah signifikan dari pihak eksekutif.
Menurut Taufik, anggaran yang telah disiapkan untuk penataan kawasan Pasar Pandansari seolah belum terpakai secara optimal.
Kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area luar bangunan pasar, bahkan menggunakan fasilitas umum seperti trotoar dan area parkir.
Hal ini menyebabkan kawasan pasar terlihat kumuh dan mempengaruhi kenyamanan warga serta pengunjung.
“Terkait Pandansari, saya sampai sekarang masih bingung. Kami di DPRD sudah berupaya memberikan anggaran, namun yang jadi pertanyaan adalah apakah anggaran ini benar-benar digunakan dengan baik,” ujar Taufik pada Senin, 4 November 2024.
Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan bahwa seluruh proses penertiban di kawasan Pandansari berada dalam kendali pemerintah kota, khususnya kepala daerah yang memegang otoritas tertinggi.
Ia mendesak agar kepala daerah menunjukkan ketegasan dalam mengambil keputusan tanpa terpengaruh oleh faktor politik yang dapat memperlambat proses penataan.
“Kepala daerah perlu tegas dalam masalah ini, jangan sampai ada unsur politik yang justru menimbulkan keragu-raguan atau malah mempersulit upaya penertiban,” tegasnya.
Taufik, yang telah lama berjuang dalam memperjuangkan alokasi anggaran untuk kawasan Pandansari, juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Menurutnya, kesepakatan dan kerja sama antara kedua pihak sangat penting untuk menciptakan solusi yang lebih efektif.
“Sebagai anggota DPRD, kami sudah memperjuangkan anggaran dan juga turut mengawasi penggunaannya. Namun, jika masih ada permasalahan di lapangan, maka tanggung jawabnya kembali kepada pemerintah kota. Masyarakat berhak tahu apakah anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan atau tidak,” jelas Taufik.
Taufik juga menyampaikan keprihatinannya mengenai kondisi pasar yang masih jauh dari kata tertib dan bersih. Menurutnya, situasi di Pandansari sudah cukup lama dibiarkan tanpa penanganan yang jelas.
Ia berharap agar pemerintah kota tidak hanya terpaku pada pelaksanaan anggaran, tetapi juga benar-benar menjalankan langkah-langkah nyata yang dapat dilihat langsung dampaknya oleh masyarakat.
“Pasar Pandansari ini punya potensi besar untuk jadi tempat yang nyaman dan tertata dengan baik, asalkan ada keseriusan dalam penataan. Selain itu, pedagang pun butuh kepastian agar tidak terus-menerus terjebak dalam situasi yang serba tidak pasti,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Taufik berharap pemerintah kota dapat lebih transparan dalam melaporkan penggunaan anggaran yang sudah disiapkan untuk penataan Pasar Pandansari.
Ia juga mendorong pemerintah kota agar membuat rencana aksi yang jelas dan dapat diukur. Jika perlu, Taufik meminta adanya sosialisasi langsung kepada pedagang dan masyarakat terkait upaya penertiban ini sehingga semua pihak memahami dan mendukung tujuan penataan tersebut.
Dalam pandangan Taufik, revitalisasi Pasar Pandansari dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan tertib di kawasan Balikpapan.
Namun, hal ini hanya bisa tercapai jika pemerintah menunjukkan komitmen yang kuat dan tidak ragu untuk bertindak tegas. Komitmen ini tidak hanya mencakup alokasi anggaran, tetapi juga implementasi langsung di lapangan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Taufik berharap agar penataan Pasar Pandansari tidak hanya menjadi janji belaka, melainkan diwujudkan sebagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga Balikpapan, khususnya para pedagang dan pengunjung pasar yang selama ini terpaksa beradaptasi dengan kondisi yang kurang tertata. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



