BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara perluasan layanan dan stabilitas distribusi air bersih.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) diminta lebih realistis dalam menetapkan target penambahan sambungan rumah (SR), dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan air baku di lapangan.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengingatkan bahwa ekspansi pelanggan tidak boleh mengorbankan kualitas layanan bagi masyarakat yang sudah terlayani.
“Penambahan sambungan baru harus dihitung matang. Jangan sampai berdampak pada penurunan kualitas maupun kuantitas distribusi air bagi pelanggan yang sudah ada,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, secara teknis penambahan SR masih memungkinkan dilakukan apabila infrastruktur utama seperti pipa induk telah tersedia dan debit air mencukupi.
Namun, apabila kondisi air baku terbatas, maka perlu dilakukan penyesuaian agar distribusi tetap stabil.
Saat ini, jumlah pelanggan PTMB tercatat sekitar 119 ribu sambungan rumah.
Dengan kondisi tersebut, Fauzi menilai rencana penambahan hingga belasan ribu SR dalam waktu singkat perlu dikaji ulang.
“Mungkin tidak bisa langsung menambah sampai 12 ribu sambungan, karena kondisi air baku kita belum sepenuhnya optimal,” katanya.
Menurutnya, selama jaringan distribusi sudah tersedia di suatu kawasan dan didukung pasokan air yang cukup, pengajuan pemasangan baru biasanya dapat diakomodasi. Namun, tantangan berbeda muncul pada wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.
“Penambahan harus berjalan beriringan dengan ketersediaan air baku, supaya pelayanan tetap maksimal,” tegasnya.
Dalam upaya memastikan kondisi di lapangan, Komisi II DPRD Balikpapan juga melakukan serangkaian kunjungan ke sejumlah fasilitas pengolahan air.
Di antaranya IPA Gunung Sari dan IPA Kampung Damai yang menjadi titik penting pengelolaan air bersih di kota ini.
Selain itu, rombongan juga meninjau Waduk Manggar KM 12 sebagai sumber air baku, serta fasilitas IPA KM 8 guna melihat kesiapan infrastruktur pendukung.
Dari rangkaian kunjungan tersebut, DPRD turut menyerap berbagai keluhan masyarakat, terutama terkait belum meratanya distribusi air bersih di sejumlah wilayah.
Komisi II pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan dan mendorong solusi konkret agar kebutuhan air bersih masyarakat Balikpapan dapat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














