BALIKPAPAN, Seputarkata.com – DPRD Kota Balikpapan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penertiban kabel udara yang selama ini dinilai merusak estetika kota dan berpotensi membahayakan warga.
Skema yang disiapkan mengarah pada pengalihan jaringan kabel dari tiang-tiang listrik ke sistem bawah tanah.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Adi Firmansyah, mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Komisi III terkait teknis pelaksanaan penataan tersebut.
Ia menjelaskan, Komisi III akan fokus pada aspek teknis di lapangan, sementara Komisi II lebih menyoroti sisi retribusi dan regulasi pendukung.
“Koordinasi terakhir dengan Komisi III, memang ada rencana penertiban dan penggantian kabel tiang menjadi kabel bawah tanah. Untuk progres terbarunya, kami masih menunggu laporan lanjutan,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026.
Menurut Adi, langkah ini sejalan dengan perhatian Wali Kota Balikpapan dan juga mendukung gagasan “Indonesia Asri” yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto.
Konsep tersebut menitikberatkan pada penataan kota yang bersih, tertib, dan bebas dari kabel semrawut maupun baliho liar.
“Indonesia Asri berarti kota-kota kita harus tertata, tidak ada lagi kabel bergelantungan atau baliho yang merusak pemandangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan kembali duduk bersama Komisi III untuk memetakan progres sekaligus membahas langkah terhadap para penyedia layanan atau provider yang memanfaatkan jaringan kabel tersebut.
Permasalahan kabel udara, lanjut Adi, tidak hanya terjadi di satu titik. Kawasan seperti Balikpapan Utara dan Balikpapan Kota menjadi contoh, namun pada praktiknya persoalan serupa hampir merata di seluruh kecamatan.
“Bukan hanya di satu wilayah, hampir seluruh kota menghadapi masalah kabel gantung di tiang listrik yang cukup mengganggu,” katanya.
Selain mengurangi keindahan kota, kabel udara juga dinilai rawan saat cuaca ekstrem.
Kabel putus, tiang roboh, hingga potensi korsleting dapat memicu kecelakaan dan kebakaran. Bahkan di beberapa lokasi, kabel kerap rusak akibat aktivitas satwa liar.
Adi juga menyoroti pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih menggunakan kabel gantung. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat bersama pemerintah daerah.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi kabel yang semrawut. Semua harus tertata demi keselamatan dan wajah kota yang lebih baik,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














