BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menambah kapasitas layanan pendidikan terus berjalan. Pembangunan satu unit SMP Negeri di kawasan Grand City ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026, sehingga siap difungsikan untuk menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi prioritas pembangunan sektor pendidikan yang berhasil direalisasikan pada tahun ini. Awalnya, pemerintah menyiapkan dua proyek pembangunan sekolah baru, yakni di kawasan Grand City dan sekitar Islamic Center.
Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian terhadap rencana tersebut. Dari dua lokasi yang telah direncanakan, hanya pembangunan SMP Negeri di Grand City yang dapat dilanjutkan hingga tahap pelaksanaan.
“Pada perencanaan awal sebenarnya ada dua sekolah yang akan dibangun, yaitu di kawasan Islamic Center dan Grand City. Tetapi karena kemampuan anggaran daerah terbatas, tahun ini yang dapat direalisasikan hanya satu, yakni di Grand City,” kata Gasali, Senin 29 Juni 2026.
Ia menuturkan seluruh tahapan administrasi proyek telah diselesaikan, termasuk proses pengadaan barang dan jasa. Pemenang tender pun telah ditetapkan sehingga pekerjaan konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.
Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat hambatan berarti yang berpotensi mengganggu penyelesaian pembangunan. DPRD pun akan terus melakukan pengawasan agar proyek tersebut selesai tepat waktu dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Kontrak pekerjaan menargetkan pembangunan selesai pada Desember 2026. Dengan begitu, sekolah sudah dalam kondisi siap digunakan ketika memasuki tahun ajaran baru 2027,” ujarnya.
Keberadaan SMP Negeri baru di Grand City diharapkan mampu menambah daya tampung siswa sekaligus mengurangi kepadatan di sejumlah sekolah negeri yang selama ini mengalami tingginya jumlah pendaftar. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di kawasan yang terus berkembang.
Sementara itu, rencana pembangunan sekolah di kawasan Islamic Center belum dibatalkan sepenuhnya. Komisi IV DPRD berharap proyek tersebut dapat kembali diusulkan pada pembahasan anggaran mendatang apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan, sehingga kebutuhan sarana pendidikan di Balikpapan dapat dipenuhi secara bertahap. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














