BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Gagasan pemerintah pusat mendorong penggunaan atap genteng sebagai pengganti seng mendapat perhatian dari DPRD Kota Balikpapan.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menilai wacana tersebut berpotensi membawa manfaat dari sisi lingkungan maupun penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut Alwi, meskipun dirinya baru mengetahui informasi tersebut, konsep penggantian atap seng dengan genteng dinilai layak untuk dikaji lebih mendalam.
“Terus terang saya baru mendengar soal ini. Tapi kalau memang genteng lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibanding seng, tentu ini menjadi gagasan yang menarik untuk dikembangkan,” ujar Alwi, Senin 23 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya kajian komparatif sebelum kebijakan dijalankan.
Perbandingan harga, daya tahan, serta manfaat jangka panjang antara atap seng dan genteng harus menjadi dasar pertimbangan agar kebijakan benar-benar menguntungkan masyarakat.
“Kuncinya ada pada perbandingan. Kalau genteng ternyata lebih murah dan kualitasnya juga lebih baik, tentu tidak ada alasan untuk menolak,” katanya.
Alwi juga menyebut, apabila program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang diinisiasi Prabowo Subianto, maka pemerintah daerah bersama DPRD perlu bersikap adaptif dan siap mendukung pelaksanaannya.
“Kalau ini sudah menjadi kebijakan pusat, daerah tentu harus menyesuaikan. Apalagi kalau manfaatnya jelas dan efisien,” tambahnya.
Lebih jauh, ia melihat peluang penguatan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM yang bergerak di produksi genteng berbahan tanah liat.
Menurutnya, Balikpapan memiliki potensi untuk terlibat dalam rantai produksi tersebut.
“Di Balikpapan ada juga pengusaha genteng. Kalau permintaan meningkat, ini bisa membuka lapangan kerja dan menghidupkan usaha lokal,” jelasnya.
Alwi optimistis, jika kebijakan penggunaan genteng diterapkan secara luas, dampaknya tidak hanya terasa pada sektor perumahan, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
“Bayangkan kalau kebutuhan genteng meningkat secara nasional. Ini tentu menjadi peluang besar bagi pelaku usaha daerah,” tutupnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














