BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Komisi II DPRD Kota Balikpapan memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram tetap tersedia bagi masyarakat, meski terjadi peningkatan konsumsi yang signifikan.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Jafar Sidik, menyampaikan kepastian tersebut usai pihaknya menggelar rapat dengar pendapat bersama agen dan perwakilan Pertamina Patra Niaga pada Kamis 26 Februari 2026.
“Dari Patra Niaga sudah disampaikan bahwa walaupun ke depan ada penyesuaian kuota, mereka menjamin stok LPG 3 kilogram tetap dalam kondisi aman dan tersedia di pangkalan resmi,” ujar Jafar.
Ia menegaskan, kondisi yang dikeluhkan masyarakat bukanlah kelangkaan distribusi, melainkan tingginya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Akibatnya, tabung gas yang baru tiba di pangkalan kerap langsung habis dalam waktu singkat.
“Ini bukan kosong dalam arti tidak ada barang. Tetapi karena konsumsi meningkat, begitu stok datang langsung terserap,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina sebelumnya telah menggelar operasi pasar pada 10 hingga 18 Februari 2026.
DPRD mendorong agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada pertengahan hingga menjelang akhir Ramadan untuk menjaga stabilitas pasokan.
Selain faktor lonjakan permintaan, Jafar juga menyoroti persoalan ketidaktepatan sasaran penerima subsidi.
Ia mengakui masih ada masyarakat di luar kategori berhak yang turut menggunakan LPG 3 kilogram, sehingga beban konsumsi semakin tinggi.
“Penggunaan LPG subsidi seharusnya benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Jika semua ikut memakai, tentu konsumsi melonjak,” katanya.
Terkait harga, DPRD mengingatkan agar distribusi tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yakni berkisar Rp19.000 hingga Rp20.000 per tabung di tingkat pangkalan.
“Kalau ada harga lebih mahal, biasanya itu terjadi di tingkat pengecer. Karena itu pengawasan harus diperketat,” tegas Jafar.
Komisi II berharap sinergi antara pemerintah daerah, agen, dan Pertamina terus diperkuat agar distribusi LPG subsidi tetap lancar, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan tanpa gejolak harga. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



