BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj Kasmah, menilai Kota Balikpapan perlu melakukan pembenahan yang lebih menyeluruh seiring perannya yang semakin strategis sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Posisi tersebut dinilai membawa dampak besar terhadap dinamika sosial, ekonomi, hingga keamanan kota.
Menurut Hj Kasmah, status Balikpapan sebagai kota penyangga IKN secara langsung mendorong meningkatnya arus mobilitas penduduk dari berbagai daerah.
Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini melalui perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.
“Di usia Balikpapan yang sudah menginjak 129 tahun, tentu harapannya kota ini semakin tertata dan siap menghadapi tantangan ke depan. Apalagi sekarang Balikpapan menjadi gerbang utama menuju IKN, pembenahan harus dilakukan lebih serius dan terarah,” ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah pendatang tidak bisa dihindari, namun harus diimbangi dengan sistem pengelolaan kota yang kuat.
Aspek lingkungan, ketertiban, dan keamanan menjadi perhatian utama agar pertumbuhan kota tetap terkendali dan tidak mengorbankan kenyamanan warga lokal.
Hj Kasmah menyoroti pentingnya sistem pendataan penduduk yang lebih ketat dan terintegrasi.
Menurutnya, pendataan ulang perlu diperkuat untuk memastikan setiap pendatang memiliki tujuan yang jelas serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan kota.
“Pendataan menjadi kunci. Jangan sampai ada pendatang yang masuk tanpa kejelasan, apalagi jika berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini harus diawasi bersama,” tegasnya.
Ia menilai langkah antisipatif harus dilakukan sejak sekarang, bukan setelah persoalan muncul.
Pemerintah Kota Balikpapan bersama instansi terkait diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam pengawasan mobilitas penduduk, penataan lingkungan permukiman, serta penguatan sistem keamanan.
Lebih lanjut, Hj Kasmah berharap momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial semata.
Ia mendorong agar peringatan ini menjadi titik refleksi sekaligus pijakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, mempercantik wajah kota, serta meningkatkan rasa aman masyarakat.
“Dengan pembenahan yang konsisten, Balikpapan diharapkan tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan layak huni, sekaligus mampu menjalankan perannya sebagai pendukung utama pembangunan IKN secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














