BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB), anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), terus menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Balikpapan.
Dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp120 triliun, proyek strategis nasional ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberi dampak signifikan pada kehidupan ekonomi masyarakat.
VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menjelaskan bahwa selama masa puncak konstruksi, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 24 ribu orang.
“Ribuan pekerja yang terlibat membuat roda ekonomi kota bergerak lebih cepat. Dari kebutuhan makan-minum, transportasi, hingga akomodasi, semua sektor ikut merasakan lonjakan permintaan,” ujarnya, Jumat 29 November 2025.
Dampak tersebut terlihat jelas di berbagai lini usaha. Kuliner, restoran, hingga katering mengalami peningkatan pesanan. Penginapan, hotel, rumah kos, dan persewaan rumah nyaris penuh oleh pekerja proyek.
Layanan laundry ikut kebanjiran pelanggan, sementara sektor transportasi seperti rental mobil, motor, bus, hingga angkot kembali hidup.
“Banyak angkot yang sebelumnya sepi kini berubah menjadi kendaraan antar-jemput karyawan RDMP,” tambah Asep.
Kontribusi RDMP semakin besar dengan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35%, yang mendorong aktivitas konstruksi, logistik, pergudangan, serta jasa perdagangan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat hal ini, PDRB per kapita Balikpapan pada 2024 mencapai Rp214,11 juta, tumbuh 6,22% dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, investasi kota juga meningkat, tercermin dari naiknya realisasi PMA dan PMDN sebesar 7,08% pada periode 2023–2024. Aktivitas industri yang tumbuh kuat ini tidak lepas dari geliat konstruksi RDMP yang berlangsung masif.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara Pemkot dan Pertamina.
“RDMP tidak hanya membuka lapangan kerja bagi warga Balikpapan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang diberikan,” ujarnya.
Rahmad menegaskan bahwa RDMP ikut mendorong kota menjadi lebih modern. “Proyek ini menambah potensi pendapatan daerah dan mengubah wajah kota secara signifikan,” katanya.
RDMP kini memasuki tahapan penting, termasuk pengoperasian unit pemurnian LPG berkapasitas 43 ribu ton per tahun serta persiapan awal operasi RFCC Complex.
Kehadiran milestone ini diharapkan terus memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional.
“Manfaat dari proyek ini tidak hanya untuk Balikpapan, tetapi juga untuk Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan,” tutup Rahmad. (*/jan)














