BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Klandasan Ilir mengambil strategi khusus dengan memusatkan edukasi gizi pada siswa sekolah dasar.
Kelompok usia ini dinilai paling tepat menerima pengetahuan mengenai makan sehat karena perkembangan kognitif mereka sudah siap memahami konsep gizi secara lebih mendalam.
Menurut dr. Chelsea Quatro, dokter internship, fokus pada siswa SD bukan tanpa alasan.
“Anak TK masih dominan bermain, sehingga sulit menerima konsep gizi dengan baik. Anak SD sudah bisa memahami penjelasan, mampu membuat keputusan sederhana tentang makanan, dan menghabiskan banyak waktu di lingkungan sekolah,” katanya diwawancarai, Senin 24 November 2025.
Ia menambahkan bahwa penelitian global juga menunjukkan efektivitas edukasi gizi pada kelompok usia ini. Anak SD dapat mengubah pola makan lebih cepat karena mereka mulai mandiri dalam memilih jajanan dan memahami konsekuensi kebiasaan makan yang tidak sehat.
Puskesmas Klandasan Ilir memanfaatkan momentum tersebut dengan membangun pendekatan edukatif yang lebih menyenangkan.
Penyuluhan dilakukan melalui permainan sederhana, diskusi kelompok, hingga demonstrasi porsi makan seimbang.
Tidak hanya teori, siswa juga dilibatkan dalam praktik langsung. Mereka diminta membawa bekal dari rumah untuk dievaluasi bersama.
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar menilai kesesuaian porsi, mengenali komposisi makanan, serta memahami pentingnya variasi nutrisi dalam menu harian.
Program edukasi ini disusun sebagai bagian dari promosi kesehatan jangka panjang.
Puskesmas menyiapkan mekanisme monitoring berkala, termasuk penimbangan dan pengukuran tinggi badan setiap enam bulan. Guru dan wali kelas dilibatkan agar proses pengawasan berjalan setiap hari.
“Anak SD ini nantinya akan menentukan pola makan hingga dewasa. Kalau sejak kecil sudah paham gizi, risiko stunting maupun obesitas bisa ditekan sejak awal,” jelas dr. Chelsea.
Selain menyasar siswa, puskesmas juga merencanakan edukasi untuk orang tua melalui pertemuan dan sesi virtual.
Hal ini karena kebiasaan makan anak tetap berakar dari rumah. Dengan melibatkan keluarga, diharapkan literasi gizi dapat terbentuk menyeluruh.
Melalui program yang terstruktur dan berkesinambungan ini, Puskesmas Klandasan Ilir berharap generasi muda dapat tumbuh lebih sehat, aktif, dan terbebas dari ancaman gizi buruk maupun obesitas. (*/ADV/jan)














