BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Puskesmas Klandasan Ilir terus memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggencarkan sosialisasi dan memperluas koordinasi lintas sektor.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, mengatakan bahwa setiap kali terdapat peningkatan kasus berdasarkan informasi resmi dari Dinas Kesehatan, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan menerbitkan edaran khusus kepada masyarakat.
“Begitu ada pemberitahuan dari Dinas Kesehatan mengenai peningkatan kasus, saya langsung membuat edaran dari Puskesmas. Edaran itu kami turunkan ke RT, kelurahan, dan masyarakat,” ujarnya, Selasa 18 November 2025.
Langkah ini dilakukan agar warga bisa segera meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan masing-masing dari potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.
Selain edaran resmi, Puskesmas juga rutin menyampaikan informasi pencegahan DBD dalam berbagai forum, termasuk rapat koordinasi di kelurahan dan pertemuan lintas sektor di tingkat puskesmas.
Melalui pertemuan rutin tersebut, pihak kelurahan dan para ketua RT diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengaktifkan kembali kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Menurut dr. Rusna, peran kelurahan sangat penting, terutama dalam mengingatkan RT dan warga agar konsisten melakukan PSN.
“Kami selalu mengingatkan agar kelurahan meneruskan informasi kepada RT, terutama terkait kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk. Ini bagian dari upaya bersama,” jelasnya.
Ia juga menyebut adanya edaran Wali Kota Balikpapan yang menginstruksikan kegiatan PSN dan Kegiatan Bersih Massal (KBM) setiap hari Jumat.
Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), UPTD, hingga tingkat RT, dan dinyatakan berlaku terus-menerus selama tidak dicabut.
“Karena dituliskan berlaku seterusnya, artinya kewajiban PSN harus dilakukan secara berkelanjutan. Kelurahan harus aktif mengingatkan RT menjalankan kegiatan itu setiap Jumat,” tambahnya.
Melalui edaran resmi, sosialisasi rutin, dan koordinasi lintas sektor, Puskesmas Klandasan Ilir berharap dapat menekan angka kasus DBD di wilayahnya.
dr. Rusna menekankan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jika semua bergerak bersama, risiko DBD bisa ditekan. Kuncinya adalah PSN yang konsisten,” tutupnya. (*/ADV/jan)














