BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir menunjukkan hasil positif dalam dua tahun terakhir.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, menyampaikan bahwa angka stunting secara umum terus mengalami penurunan, meskipun sempat muncul data yang terlihat meningkat akibat ketidaktepatan pengukuran di lapangan.
Menurut dr. Rusna, data stunting yang diterima puskesmas berasal dari hasil pengukuran rutin di Posyandu.
Namun, ia menegaskan bahwa laporan tersebut tidak langsung diterima mentah, melainkan harus melalui proses validasi ulang oleh tim puskesmas.
“Data itu yang mengukur di Posyandu adalah kader. Kami menerima laporannya, tapi tidak bulat-bulat menerima,” jelasnya, Jumat 14 November 2025.
Ia menceritakan bahwa sempat ditemukan data yang terlihat janggal, yaitu berat atau tinggi badan anak yang berubah drastis dalam waktu singkat.
Misalnya, seorang anak tercatat memiliki pengukuran 3,5 pada satu bulan, namun di laporan berikutnya turun menjadi 2,5.
“Kan tidak mungkin langsung turun 10 angka begitu,” kata dr. Rusna.
Situasi ini mendorong puskesmas untuk melakukan pengukuran ulang.
Hasilnya, sebagian besar data yang tampak tidak wajar ternyata disebabkan oleh human error dalam proses pengukuran maupun pencatatan.
Setelah dilakukan validasi dan pengukuran ulang oleh petugas kesehatan, angka yang sebelumnya terlihat meningkat ternyata tidak menunjukkan kenaikan signifikan.
“Begitu diukur ulang, ternyata tidak segitu. Jadi mungkin saat pengukuran terjadi human error,” ujarnya.
Validasi data ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa angka stunting di wilayah kerja Klandasan Ilir benar-benar mencerminkan kondisi anak-anak di lapangan.
Berkat proses pemeriksaan ulang tersebut, puskesmas memastikan bahwa angka stunting justru terus menurun, bukan meningkat.
Dr. Rusna menekankan pentingnya ketelitian dalam pengukuran di Posyandu, terutama karena data tersebut menjadi dasar intervensi gizi dan kesehatan bagi anak balita.
Ia juga mengapresiasi para kader yang telah menjalankan tugasnya, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas agar proses pengukuran semakin presisi.
Penurunan stunting yang terus terjadi menunjukkan bahwa berbagai program gizi, pendampingan keluarga, serta pemantauan pertumbuhan anak berjalan efektif.
Dengan data yang semakin akurat dan valid, puskesmas dapat merencanakan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.
Puskesmas Klandasan Ilir berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan, memperkuat validitas data, dan memastikan semua anak mendapatkan pemantauan tumbuh kembang yang terbaik.
Penurunan stunting bukan hanya capaian angka, tetapi hasil kerja bersama antara kader, petugas kesehatan, dan masyarakat. (*/ADV/jan)



