BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pantai Segara Sari Manggar di Balikpapan, yang terkenal sebagai tujuan wisata utama dengan panorama pantai yang memikat, baru-baru ini menjadi sorotan setelah peristiwa tragis yang menimpa seorang remaja asal Samarinda.
Insiden yang terjadi pada Sabtu, 26 Oktober 2024 ini menyisakan duka mendalam ketika korban terseret ombak saat bermain di pantai, mengungkap sisi lain dari risiko yang kerap dihadapi pengunjung.
Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari DPRD Balikpapan, yang kini mendesak agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan pengunjung adalah tanggung jawab bersama, dan sebagai ikon wisata Balikpapan, Pantai Manggar harus memastikan pengelolaan keamanan yang optimal.
Dalam hal ini, Budiono meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Segara Sari Manggar untuk memperketat pengawasan, terutama bagi para pengunjung yang berenang.
Menurutnya, insiden ini seharusnya menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, khususnya pengelola pantai, untuk lebih waspada dan serius dalam memperhatikan keselamatan pengunjung, terutama pada akhir pekan atau hari libur ketika jumlah wisatawan meningkat.
“Pantai Manggar bukan hanya sekadar destinasi wisata, ini adalah ikon bagi Balikpapan yang selalu dipadati pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Keamanan dan kenyamanan pengunjung adalah prioritas utama yang harus dijaga bersama,” tegas Budiono diwawancarai, Senin 28 Oktober 2024.
Ia menekankan bahwa peningkatan pengawasan dan pemantauan area yang diizinkan untuk berenang adalah hal mendesak.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya rambu-rambu peringatan yang jelas dan ditempatkan di lokasi strategis agar pengunjung bisa lebih memahami area yang berpotensi berbahaya.
Tidak hanya dari sisi pengawasan, Budiono juga melihat perlunya upaya edukasi yang lebih intensif bagi para pengunjung, terutama bagi anak-anak dan remaja yang sering kali tidak menyadari bahaya ketika bermain di area pantai.
Budiono mengingatkan bahwa ombak di pantai seperti Segara Sari Manggar bisa sangat berbahaya, terutama ketika cuaca berubah dan kondisi laut tidak menentu.
“Kita perlu mengedukasi para pengunjung, khususnya orang tua, agar mereka lebih berhati-hati dan terus memantau anak-anaknya saat bermain di air. Ini juga tugas kita untuk meningkatkan sosialisasi mengenai keselamatan di pantai,” lanjutnya.
Ia juga mengusulkan agar pengelola pantai bekerja sama dengan instansi terkait untuk menggelar kampanye keselamatan pantai yang menyasar berbagai kalangan, terutama pengunjung muda.
Misalnya, dengan menyediakan brosur keselamatan, memasang poster atau papan informasi di pintu masuk, serta melakukan pengumuman rutin yang mengingatkan bahaya bermain terlalu jauh dari pantai atau berenang saat kondisi ombak tinggi.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran kolektif di antara pengunjung agar lebih berhati-hati saat menikmati suasana pantai.
Budiono juga meminta agar pengelola pantai menambah jumlah petugas pengawas, khususnya di area berenang. Keberadaan petugas yang siap mengawasi dan memberi arahan dapat menjadi langkah pencegahan awal yang efektif untuk menghindari insiden.
“Petugas dapat diberdayakan untuk memantau kondisi laut, memberikan peringatan saat ombak mulai meninggi, atau bahkan melarang aktivitas berenang apabila situasi dianggap membahayakan,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














