BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya pembenahan Pasar Sepinggan dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Meski dokumen perencanaan pembangunan telah disiapkan, kondisi keuangan Pemerintah Kota Balikpapan menjadi faktor utama yang membuat program revitalisasi harus menunggu hingga kemampuan anggaran daerah membaik.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengatakan revitalisasi pasar tetap menjadi agenda penting pemerintah. Namun, berbagai keterbatasan fiskal membuat pelaksanaannya belum dapat diprioritaskan pada tahun ini.
Menurutnya, pemerintah telah memiliki Detail Engineering Design (DED) yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan kembali Pasar Sepinggan. Keberadaan dokumen tersebut menunjukkan bahwa rencana revitalisasi sebenarnya sudah disiapkan sejak beberapa waktu lalu. Akan tetapi, realisasinya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran.
“DED untuk Pasar Sepinggan sudah ada. Tinggal bagaimana kemampuan APBD mendukung pelaksanaannya. Saat ini kondisi keuangan daerah memang masih terbatas,” ujar Budiono, Senin 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, ruang gerak pemerintah dalam membiayai pembangunan semakin sempit setelah terjadi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
Selain itu, bantuan keuangan yang sebelumnya turut menopang sejumlah program pembangunan juga mengalami penurunan. Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum mampu menutup seluruh kebutuhan belanja daerah.
Kondisi tersebut, kata Budiono, membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas dalam penggunaan anggaran. Program yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat menjadi fokus utama, sedangkan sejumlah proyek infrastruktur lainnya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Meski revitalisasi tertunda, DPRD menilai keberadaan Pasar Sepinggan tetap memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan Selatan.
Karena itu, pembangunan kembali pasar dinilai tetap harus masuk dalam agenda jangka menengah pemerintah.
Budiono mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya, masih terdapat banyak kios yang tidak lagi dimanfaatkan pedagang. Selain minim aktivitas perdagangan, kondisi fisik beberapa bagian bangunan juga dinilai mulai mengalami penurunan kualitas sehingga memerlukan penanganan secara menyeluruh.
Menurutnya, revitalisasi bukan hanya bertujuan memperbaiki bangunan pasar, tetapi juga menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Ia optimistis prospek Pasar Sepinggan akan semakin baik pada masa mendatang. Letaknya yang berada di kawasan berkembang dinilai memiliki nilai strategis, terlebih dengan hadirnya infrastruktur pendukung seperti akses jalan tol yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat.
“Lokasi Pasar Sepinggan sangat potensial. Ke depan aksesnya juga akan semakin baik. Karena itu kami berharap ketika kondisi fiskal daerah sudah membaik, revitalisasi dapat segera dilaksanakan agar pasar ini kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkas Budiono. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














