BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Meski pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan fiskal akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa rencana pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur tidak akan dihentikan.
Menurutnya, rumah sakit di wilayah timur merupakan kebutuhan mendesak yang sudah lama dinantikan masyarakat.
“Kami di DPRD bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan rumah sakit ini. Hanya saja, perlu sedikit kesabaran dari masyarakat karena anggaran daerah saat ini sedang tertekan,” ujar Gasali, Selasa 21 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Balikpapan Timur harus menempuh perjalanan cukup jauh ke wilayah tengah atau barat hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat lanjut. Dengan adanya rumah sakit baru, pemerataan layanan publik dapat lebih dirasakan secara nyata.
Gasali mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk mengatur ulang prioritas pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.
Beberapa proyek besar kemungkinan akan dijadwalkan ulang, agar kegiatan strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tetap bisa dijalankan.
“Kami di Komisi IV terus berupaya agar pembangunan rumah sakit ini tidak sekadar wacana. Kami juga menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat supaya kebijakan pemotongan dana tidak terlalu membebani daerah,” jelasnya.
Politisi yang dikenal aktif menyoroti isu pelayanan publik itu optimistis proyek Rumah Sakit Balikpapan Timur dapat mulai berjalan paling cepat akhir 2025 atau awal 2026, bergantung pada kondisi keuangan daerah.
“Kita tetap berjuang dan optimis. Mudah-mudahan, di tahun 2026 masyarakat sudah bisa melihat pembangunan dimulai,” tegasnya.
Selain berbicara soal infrastruktur, Gasali juga menekankan pentingnya kesadaran warga menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Menurutnya, keberadaan rumah sakit tidak akan berarti tanpa partisipasi masyarakat dalam pola hidup sehat.
“Kesehatan itu modal utama. Fasilitas bisa dibangun, tapi kalau kesadaran menjaga kesehatan tidak tumbuh, hasilnya tidak maksimal. Jadi mari kita dukung pembangunan sekaligus menjaga diri kita tetap sehat,” tutup Gasali. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



