BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan HIV dengan menghadirkan layanan yang lebih luas dan mudah dijangkau masyarakat.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kini tersedia 25 titik Layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan HIV (PDP) yang tersebar di 10 rumah sakit dan 15 puskesmas di berbagai wilayah kota.
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, mengatakan perluasan ini dilakukan agar masyarakat memiliki akses lebih dekat dan nyaman untuk melakukan pemeriksaan maupun mendapatkan pengobatan.
“Kami ingin masyarakat tidak merasa kesulitan lagi untuk menjangkau layanan ini. Semua tersedia secara aman, bersifat rahasia, dan ditangani tenaga kesehatan yang sudah terlatih,” ujarnya, Kamis 4 September 2025.
Ia menekankan, layanan PDP tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada dukungan sosial. Menurutnya, keberanian masyarakat untuk memeriksakan diri sangat menentukan upaya pencegahan penularan HIV di Balikpapan.
“Stigma seringkali lebih berbahaya dibanding penyakit itu sendiri. Karena itu, kami mengajak warga untuk saling mendukung dan tidak ragu melakukan pemeriksaan. Dengan begitu, kita bisa menekan angka penularan secara bersama-sama,” jelasnya.
Saat ini, layanan PDP dapat diakses di sejumlah rumah sakit besar, antara lain RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo, RS Siloam Balikpapan, RS Medika Utama Permata, hingga RS Hermina.
Selain itu, layanan juga tersedia di puskesmas strategis seperti Prapatan, Manggar, Klandasan Ilir, dan Gunung Samarinda.
Penyebaran titik layanan di berbagai kecamatan diharapkan mempermudah masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Alwiati, hadirnya 25 titik layanan ini juga bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan inklusif.
Dinkes berupaya memastikan masyarakat dengan HIV mendapatkan pengobatan yang layak sekaligus didukung secara psikologis dan sosial.
“Balikpapan sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak berperan. Pemerintah menyiapkan fasilitas, tapi partisipasi masyarakat untuk peduli dan mendukung satu sama lain sama pentingnya,” tegasnya.
Dengan perluasan layanan ini, Pemkot Balikpapan berharap angka kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan meningkat.
Pemeriksaan dini akan membantu pasien mendapatkan perawatan lebih cepat sekaligus mencegah penularan baru.
“Balikpapan sehat adalah tanggung jawab bersama. Mari kita hilangkan stigma, berani periksa, dan saling mendukung,” pungkas Alwiati. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



