SAMARINDA, Seputarkata.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Seno Aji secara resmi meluncurkan Program Gratispol pada Senin, 21 April 2025, di Plennary Hall Gelora Kadrie Oening Samarinda.
Program ini mencakup enam layanan prioritas yang bertujuan menciptakan akses yang lebih merata terhadap pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial.
Enam layanan tersebut meliputi pendidikan gratis dari jenjang SMA/SMK/MA, SLB, hingga perguruan tinggi (D3, S1, S2, S3), layanan kesehatan gratis dan berkualitas, seragam sekolah gratis, internet gratis di setiap desa, program umrah dan perjalanan spiritual gratis bagi penjaga rumah ibadah, serta bantuan administrasi kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Peluncuran program ini bertepatan dengan Hari Kartini, yang menurut Gubernur Harum menjadi simbol penting perjuangan kesetaraan dan kemajuan.
“Saya berdiri sebagai pelayan masyarakat yang ingin Kalimantan Timur menjadi lebih sejahtera dan bermanfaat,” ungkapnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa Program Gratispol adalah langkah strategis untuk mempersiapkan Kalimantan Timur menghadapi bonus demografi.
Ia mengingatkan, jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan, maka provinsi ini berisiko tertinggal secara ekonomi dan sosial.
Sebagai tahap awal, layanan pendidikan gratis akan mulai berlaku pada tahun ajaran baru di bulan Juni–Juli 2025. Sementara itu, pelatihan dan bimbingan teknis bagi calon siswa dan mahasiswa sudah akan dimulai lebih awal.
Pemerintah Provinsi juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk tahun ini, dan menargetkan peningkatan hingga Rp2,1 triliun pada tahun depan untuk memperluas jangkauan program.
“Saat ini, hanya sekitar 12 persen anak-anak Kaltim yang masuk perguruan tinggi. Kalau kita bisa tingkatkan ke 25–30 persen dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Kalimantan Timur pasti bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Gubernur Harum optimis.
Dukungan terhadap implementasi Program Gratispol juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta BPJS Kesehatan.
Secara simbolis, bantuan seragam, biaya rumah MBR, dan fasilitas umrah gratis turut diserahkan kepada perwakilan masyarakat.
Gubernur juga mengajak para bupati dan wali kota di Kaltim untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan PAUD hingga SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, selaras dengan peran Pemprov yang fokus pada jenjang SMA dan perguruan tinggi.
Dengan peluncuran Gratispol, Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan dan layanan publik sebagai jalan utama menuju Kalimantan Timur Emas yang bebas dari kemiskinan dan ketimpangan. (*/jan)



