• Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
No Result
View All Result
Seputar Kata
  • Balikpapan
  • Samarinda
  • PPU
  • Bontang
  • Kutim
  • Kukar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Advetorial
Seputar Kata
  • Home
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Balikpapan
  • PPU
  • Samarinda
  • Kutim
  • Kukar
  • Bontang
No Result
View All Result
Seputar Kata
No Result
View All Result
Home Balikpapan

Inflasi Balikpapan dan PPU Stabil di November, Didukung Penguatan Kebijakan TPID

admin by admin
Desember 5, 2024
in Balikpapan, Ekonomi & Bisnis
0
Inflasi Balikpapan dan PPU Stabil di November, Didukung Penguatan Kebijakan TPID

Oplus_131072

332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa setelah sempat mengalami deflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan pada bulan November 2024 kembali menunjukkan inflasi sebesar 0,10% (mtm), namun masih dalam koridor yang terjaga.

“Capaian ini menempatkan inflasi tahunan Kota Balikpapan pada level 1,19% (yoy), lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,55%,” ujar Robi dalam pernyataan resmi, Kamis 5 Desember 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi di Kota Balikpapan adalah bawang merah, kopi bubuk, angkutan udara, tomat, dan emas perhiasan.

Kenaikan harga bawang merah dan tomat dipengaruhi oleh pasokan yang menurun akibat curah hujan tinggi, sementara kenaikan harga emas perhiasan mengikuti tren global.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang mencatat inflasi sebesar 0,15% (mtm) di bulan November, setelah sebelumnya mengalami deflasi. Inflasi tahunan Kabupaten PPU tercatat sebesar 0,90% (yoy).

“Penyumbang utama inflasi di PPU adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama bawang merah, tomat, dan kopi bubuk,” tambah Robi.

Kondisi inflasi yang stabil ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balikpapan, PPU, dan Paser bersama Bank Indonesia.

Robi menegaskan bahwa survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia pada November 2024 menunjukkan optimisme masyarakat tetap tinggi, tercermin dari peningkatan transaksi digital QRIS di Balikpapan dan PPU, yang masing-masing naik 9,18% dan 9,22% secara bulanan. (*/jan)

Tags: Bank Indonesia BalikpapanInflasi BalikpapanRobi Ariadi
Share133Tweet83Share23
Previous Post

Saharuddin Paparkan Strategi Penguatan SDM Indonesia di Era Society 5.0 dalam Sidang Promosi Doktor

Next Post

TPID Intensifkan Strategi untuk Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

admin

admin

Next Post
TPID Intensifkan Strategi untuk Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

TPID Intensifkan Strategi untuk Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

Beri Dukungan Kebijakan bagi Pembangunan Tiga Juta Rumah, Menteri Nusron Alokasikan 79 Ribu Hektare Tanah dari Tanah Telantar

Beri Dukungan Kebijakan bagi Pembangunan Tiga Juta Rumah, Menteri Nusron Alokasikan 79 Ribu Hektare Tanah dari Tanah Telantar

Garuda Pertiwi Ukir Sejarah, Juara Piala AFF Wanita 2024

Garuda Pertiwi Ukir Sejarah, Juara Piala AFF Wanita 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Website Berita Resmi - Seputar Kata

Kategori

  • Advetorial
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kukar
  • Kutim
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Parlementaria
  • Peristiwa
  • Politik
  • PPU
  • Samarinda
  • Umum
  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan

© 2023 Seputar Kata - Website Berita Resmi

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Balikpapan
  • PPU
  • Samarinda
  • Kutim
  • Kukar
  • Bontang

© 2023 Seputar Kata - Website Berita Resmi