BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Aktivitas pelayaran di Teluk Balikpapan menjadi salah satu nadi transportasi penting, terutama untuk rute Balikpapan-Penajam.
Menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2024, intensitas pelayaran meningkat signifikan, tak hanya karena tingginya mobilitas warga Penajam yang sering bepergian ke Balikpapan dan sebaliknya, tetapi juga karena keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam upaya memastikan keselamatan pelayaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyelenggarakan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran pada Kamis, 28 November 2024, di Hotel Blue Sky Balikpapan.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari nahkoda, motoris, dan awak kapal dari kapal berukuran di bawah 7 GT.
Sosialisasi dibuka Kepala Dishub Balikpapan, Adwar Skenda Putra, dan diisi oleh narasumber dari Polairud, serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan.
Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pemahaman tentang keselamatan pelayaran, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.
Dalam paparannya, Adwar menyebutkan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dari motoris dan pemilik kapal.
“Kami ingin memastikan semua pihak memahami pentingnya alat keselamatan seperti jaket pelampung, serta tata cara menghadapi situasi darurat di perairan,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Dishub Balikpapan menyediakan 40 unit jaket pelampung yang dapat dipinjamkan secara gratis di pelabuhan Balikpapan.
Langkah ini bertujuan memastikan setiap kapal yang berlayar dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Meningkatnya aktivitas pelayaran saat libur Nataru membuat sosialisasi ini menjadi semakin relevan. Dengan volume perjalanan yang lebih tinggi, risiko kecelakaan pun meningkat jika tidak ada langkah antisipasi yang memadai.
Oleh karena itu, kegiatan ini diadakan untuk memberikan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan oleh para peserta.
“Keselamatan penumpang dan kru kapal adalah prioritas utama. Dengan pemahaman yang lebih baik, kami optimistis risiko kecelakaan di perairan dapat diminimalkan,” tutur Adwar.
Melalui kolaborasi antara Dishub, Polairud, dan KSOP, sosialisasi ini diharapkan mampu menciptakan budaya keselamatan yang kuat di perairan Balikpapan.
Tak hanya untuk menjawab kebutuhan saat Nataru, tetapi juga sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan standar keselamatan pelayaran. (*/jan)



