BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono menilai sistem peringatan dini, khususnya untuk ancaman gempa bumi dan tsunami, perlu mendapat perhatian lebih serius agar masyarakat pesisir memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi saat situasi darurat terjadi.
Menurut Budiono, posisi Kalimantan yang selama ini dikenal relatif aman dari aktivitas gempa tidak boleh membuat daerah lengah.
Ia menegaskan, meski pusat gempa besar lebih sering terjadi di kawasan lain seperti Sulawesi atau wilayah selatan Jawa, dampak getarannya tetap bisa menjangkau Balikpapan. Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di daerah.
“Balikpapan memang bukan daerah yang identik dengan gempa besar, tetapi kita pernah merasakan getaran dari peristiwa di luar Kalimantan. Artinya, kewaspadaan tetap harus dibangun, terutama untuk wilayah pesisir,” ujar Budiono, Senin 22 Juni 2026.
Ia menekankan bahwa perangkat pendeteksi dini menjadi elemen penting dalam sistem penanggulangan bencana. Keberadaan alat pemantau yang mampu mendeteksi aktivitas seismik maupun potensi gelombang tsunami dinilai sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan peringatan cepat kepada warga yang tinggal di kawasan rawan.
Budiono mendorong agar pemerintah pusat bersama instansi teknis seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus meningkatkan kapasitas peralatan yang ada.
Tidak hanya memastikan alat berfungsi, tetapi juga menambah jumlah perangkat pemantauan agar cakupan deteksinya semakin luas dan akurat.
Menurut dia, penguatan sistem ini penting untuk mengurangi risiko korban apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang berdampak ke Balikpapan.
Selain penambahan alat, kesiapan masyarakat juga perlu dibangun melalui edukasi dan simulasi evakuasi, sehingga warga memahami langkah yang harus dilakukan saat menerima peringatan dini.
“Kalau alat deteksi diperkuat, informasi yang diterima masyarakat bisa lebih cepat. Itu sangat penting untuk meminimalkan risiko, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir,” tegasnya.
DPRD berharap penguatan sistem peringatan dini tidak hanya menjadi wacana, melainkan diikuti langkah nyata melalui penambahan sarana pemantauan dan peningkatan koordinasi antarlembaga. Dengan begitu, kesiapsiagaan Balikpapan menghadapi potensi bencana dapat semakin matang. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














