BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Permasalahan banjir dan belum meratanya distribusi air bersih masih menjadi keluhan utama warga Kelurahan Manggar Sari, Balikpapan Timur.
Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat saat kegiatan reses masa sidang II yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, Kamis 30 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan, kawasan Perumahan Sepinggan Pratama, Balikpapan Selatan, itu dihadiri warga serta komunitas ojek online yang turut menyampaikan berbagai persoalan lingkungan.
Salah seorang warga RT 91 Perumahan Graha Mulawarman, Heri, mengatakan banjir di wilayahnya sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan menyeluruh.
Ia menyebut genangan air kerap terjadi meski hujan tidak berlangsung lama.
“Kalau hujan deras, air cepat naik dan masuk rumah. Kami berharap ada langkah nyata untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.
Menurut Heri, kondisi terparah terjadi pada September 2025 ketika banjir mencapai ketinggian dada orang dewasa.
Warga, kata dia, selama ini lebih sering menerima bantuan pascabanjir dibanding solusi pencegahan.
Selain persoalan banjir, warga juga mengeluhkan belum tersambungnya jaringan air bersih di kawasan mereka.
Padahal, sejumlah wilayah di sekitar permukiman tersebut sudah mendapatkan layanan distribusi air dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Menanggapi hal tersebut, Budiono menilai persoalan banjir di Manggar Sari berkaitan dengan sistem drainase yang belum tertata optimal.
Ia menyebut perlu ada evaluasi teknis menyeluruh agar aliran air dapat berjalan lebih baik.
“Kita akan mendorong dinas terkait melakukan kajian ulang, terutama terhadap sistem drainase dan aliran air di kawasan tersebut,” katanya.
Ia juga menyoroti penanganan banjir di sejumlah titik di Balikpapan yang dinilai perlu difokuskan pada pembenahan aliran air dari hulu hingga hilir, bukan hanya penataan kawasan permukaan.
Terkait layanan air bersih, Budiono menyebut pemerintah kota terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan PTMB.
Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan sumber air baku dan jaringan pipa lama masih menjadi tantangan.
Ia pun mendorong warga mengusulkan pemasangan sambungan air secara kolektif agar dapat menjadi prioritas pengembangan jaringan ke depan. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














