BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat Puskesmas Damai melalui rangkaian sosialisasi dan imunisasi HPV.
Dokter internship Puskesmas Damai, dr. Shareen Nabilla Indania, menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama mengingat imunisasi HPV masih dianggap baru oleh sebagian masyarakat.
Menurut dr. Shareen, tren kanker serviks saat ini menjadi perhatian serius.
Penyakit ini tercatat sebagai kanker mematikan nomor dua setelah kanker payudara.
Kondisi tersebut menjadi alasan kuat perlunya perlindungan sejak dini, terutama bagi anak-anak dan remaja putri.
“Harapannya dengan vaksin HPV, generasi muda kita bisa terbebas dari kanker serviks. Ini juga sesuai dengan target WHO untuk mewujudkan perempuan bebas kanker serviks pada tahun 2030,” ujarnya, Minggu 23 November 2025.
Meskipun imunisasi telah masuk program nasional sejak 2023, dr. Shareen mengungkapkan masih banyak tantangan di lapangan.
Salah satunya adalah penolakan dari sebagian orang tua yang masih mempercayai mitos dan informasi keliru mengenai imunisasi HPV.
Hoaks yang beredar kerap membuat masyarakat ragu, sehingga mempengaruhi cakupan vaksinasi.
Karena itu, Puskesmas Damai tak hanya fokus pada pemberian vaksin, tetapi juga gencar melakukan sosialisasi di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Edukasi diberikan secara intensif untuk memastikan orang tua, guru, dan peserta didik memahami manfaat vaksin HPV serta risiko kanker serviks jika pencegahan tidak dilakukan.
“Kami selalu gencarkan sosialisasi, terutama kepada orang tua. Tantangannya memang masih ada yang menolak. Tapi dengan penjelasan yang tepat, mereka lebih mudah percaya dan tidak termakan isu hoaks,” jelas dr. Shareen.
Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan langsung, diskusi interaktif, hingga pendampingan sekolah yang sebelumnya menolak imunisasi.
Strategi ini terbukti membantu meningkatkan penerimaan vaksin dan mendekatkan masyarakat pada informasi yang benar.
Dengan komitmen edukasi berkelanjutan, Puskesmas Damai berharap semakin banyak keluarga memahami pentingnya imunisasi HPV.
Upaya ini menjadi langkah nyata untuk melindungi generasi muda Balikpapan dari ancaman kanker serviks di masa mendatang. (*/ADV/jan)














