BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir menunjukkan capaian yang cukup tinggi.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, mengungkapkan bahwa cakupan imunisasi di wilayahnya telah mencapai sekitar 90 persen.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa sebagian kecil masyarakat masih memilih menolak imunisasi.
Menurutnya, penolakan tersebut adalah hak warga, namun tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan pemahaman yang benar terkait manfaat imunisasi.
“Imunisasi ini kan masih ada penolakan-penolakan yah. Tapi tidak apa-apa, itu haknya masyarakat. Kami tetap edukasi,” ujarnya, Kamis 20 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa imunisasi yang disediakan pemerintah dapat diakses secara gratis dan merupakan bagian dari pemenuhan hak anak.
Dalam konvensi hak anak, imunisasi dipandang sebagai bentuk perlindungan penting untuk mencegah penyakit menular sejak kecil hingga dewasa.
“Imunisasi itu gratis. Terus menurut konvensi hak anak, ini adalah suatu hak anak mendapatkan imunisasi sebagai pencegahan penyakit menular pada anak sampai seterusnya, bukan hanya pada usia anak-anak,” jelasnya.
dr. Rusna juga menekankan bahwa manfaat imunisasi bersifat jangka panjang. Ia mencontohkan negara-negara maju yang kini tak lagi berhadapan dengan wabah seperti difteri atau tetanus karena warganya telah memiliki kekebalan kelompok yang kuat berkat imunisasi lengkap sejak dini.
“Coba kita lihat di luar negeri itu, mereka tidak ada lagi menangani difteri, tetanus, karena mereka sudah imunisasi lengkap dan kekebalan kelompoknya. Nah sekarang muncul penyakit tidak menular, jadi beban mereka hanya penyakit tidak menular,” terangnya.
Sementara di Indonesia, lanjutnya, masyarakat masih harus menghadapi ancaman penyakit menular yang belum sepenuhnya hilang, bersamaan dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular.
“Nah kita masih menyediakan imunisasi yang gratis itu, sekarang penyakit menular belum hilang tambah lagi penyakit tidak menular,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Puskesmas Klandasan Ilir terus mendorong orang tua untuk memahami pentingnya imunisasi sebagai langkah perlindungan jangka panjang bagi anak-anak.
Edukasi tatap muka, penyuluhan di sekolah, dan komunikasi melalui kader kesehatan menjadi upaya yang terus diperkuat. (*/ADV/jan)














