BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berkomitmen menghadirkan wajah baru kota melalui pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) yang inklusif.
Langkah ini ditandai dengan pembangunan taman di berbagai kecamatan, yang tidak hanya berfungsi sebagai area penghijauan, tetapi juga ruang sosial, rekreasi, hingga pusat kegiatan komunitas.
Pada 2025, program ini diawali dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk tiga lokasi taman dari total sembilan titik yang sudah diproyeksikan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa taman yang dibangun bukanlah sekadar ruang hijau biasa, melainkan bagian dari visi besar Balikpapan sebagai kota ramah anak dan ramah masyarakat.
“Tahun ini tiga DED selesai, tahun depan kita bisa langsung jalankan pembangunannya. Sisanya, enam titik lagi akan dirampungkan pada 2026,” ungkap Bagus, Jumat 12 September 2025.
Setiap taman dirancang dengan konsep inklusif agar dapat diakses semua kalangan. Di dalamnya, warga akan menemukan jogging track, area hijau dengan koleksi tanaman langka, ruang pertemuan kecil bagi mahasiswa, fasilitas ramah lansia, jalur khusus disabilitas, hingga sarana latihan fisioterapi untuk penderita stroke.
“Konsepnya inklusif, jadi siapapun bisa menikmati taman ini tanpa terkecuali,” tambah Bagus.
Salah satu proyek yang kini sudah berjalan adalah penataan lahan bekas pasar loak di Balikpapan Barat yang akan disulap menjadi taman baru. Selain itu, beberapa titik lain yang masuk target pengembangan berada di kawasan Balikpapan Utara, Tengah, dan Selatan.
Sejalan dengan pembangunan taman, Pemkot juga melakukan pembenahan infrastruktur penunjang. Beberapa di antaranya adalah penataan ulang pagar di Jalan Manuntung depan BSSC Dome serta pelebaran trotoar untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pejalan kaki sekaligus mendukung aktivitas olahraga ringan warga.
Bagus menegaskan, taman kota diharapkan menjadi ikon baru sekaligus simbol dinamika kehidupan warga Balikpapan.
“Kota ini harus hidup, tidak kaku. Taman bisa menjadi ruang interaksi sosial yang sehat sekaligus ikon kebanggaan bagi masyarakat,” jelasnya.
Pemkot optimistis, keberadaan taman-taman baru akan membawa dampak positif bagi kualitas hidup warga. Selain menjadi ruang rekreasi yang sehat, taman juga akan menjadi tempat berkumpul komunitas, sarana edukasi lingkungan, hingga identitas kota yang semakin layak huni.
Dengan visi tersebut, Balikpapan berupaya menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur keras, tetapi juga keseimbangan ruang sosial dan ekologis yang ramah bagi semua generasi. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)














