BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Transportasi publik Bus Balikpapan City Trans (Bacitra) kian diminati masyarakat.
Menjawab tingginya permintaan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memperkuat layanan dengan menambah lima unit bus baru agar kenyamanan dan keandalan operasional tetap terjaga.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menilai penambahan armada ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat untuk beralih ke angkutan massal.
“Kami melihat respons masyarakat sangat baik. Penambahan armada ini dilakukan agar layanan Bacitra tetap optimal dan mampu menampung lonjakan penumpang,” ujar Fadli, Rabu, 4 Februari 2026.
Selain penguatan armada, Dishub juga tengah mempersiapkan langkah strategis pengalihan pengelolaan Bacitra dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat ke Pemerintah Kota Balikpapan.
Rencana pengambilalihan operasional tersebut ditargetkan mulai Juli 2027, dengan syarat kesiapan anggaran telah dialokasikan melalui APBD.
“Dalam forum perangkat daerah sudah kami sampaikan, Dishub bersiap mengambil alih seluruh operasional Bacitra pada Juli 2027, tentunya dengan dukungan anggaran yang memadai,” jelasnya.
Sejalan dengan proses tersebut, kebijakan tarif gratis Bacitra yang selama ini dinikmati masyarakat juga dipastikan memiliki batas waktu.
Fadli menegaskan, layanan bebas tarif akan berakhir sesuai kesepakatan antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Kementerian Perhubungan.
“Sesuai nota kesepahaman, layanan gratis Bacitra akan berakhir pada 1 Juli 2027,” katanya.
Masukan warga terkait pemerataan akses layanan Bacitra turut menjadi perhatian.
Aspirasi tersebut diserap melalui Musrenbang, masa reses anggota DPRD, hingga rapat dengar pendapat.
Fadli mengakui, masih terdapat sejumlah kawasan yang belum terlayani secara maksimal, seperti Balikpapan Utara di sekitar Kilometer 23, Balikpapan Timur, dan Balikpapan Barat.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dishub merancang usulan penambahan koridor baru yang telah dibahas dalam forum OPD dan akan disesuaikan dengan perencanaan anggaran oleh Bappeda.
“Satu koridor membutuhkan biaya operasional sekitar Rp11 sampai Rp12 miliar per tahun. Artinya, setiap penambahan koridor akan berdampak langsung pada beban APBD,” terangnya.
Ia menambahkan, apabila seluruh tiga koridor Bacitra nantinya sepenuhnya dikelola Pemerintah Kota Balikpapan, maka kebutuhan anggaran operasional diperkirakan mencapai Rp35 hingga Rp36 miliar per tahun.
Menurut Fadli, pengembangan Bacitra bukan sekadar memperluas jaringan transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari visi Balikpapan sebagai kota pintar.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola mobilitas warga, dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Koridor tambahan berpotensi menghubungkan Balikpapan Timur, Barat, dan Utara. Namun saat ini fokus kami ada di wilayah timur dan barat, karena untuk utara tinggal memperpanjang rute yang sudah ada,” tutupnya. (*/jan)














