BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pemerintah menandai langkah besar menuju ketahanan energi nasional melalui pengoperasian penuh proyek pengembangan kilang minyak Balikpapan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan meresmikan fasilitas Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026.
Peresmian ini menjadi simbol dimulainya fase operasional menyeluruh kilang yang telah dibangun secara bertahap sejak satu dekade terakhir.
Proyek tersebut digadang-gadang sebagai salah satu tulang punggung baru sistem pengolahan energi nasional.
PT Pertamina (Persero) mencatat total nilai investasi pengembangan RDMP Balikpapan mencapai sekitar Rp123 triliun.
Dana besar tersebut dialokasikan untuk modernisasi kilang agar mampu menjawab tantangan kebutuhan energi masa depan, sekaligus menekan ketergantungan impor bahan bakar.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa kilang Balikpapan kini dirancang sebagai fasilitas terintegrasi, di mana seluruh tahapan pengolahan minyak berada dalam satu sistem yang saling terhubung.
“Mulai dari penerimaan minyak mentah, penyaluran melalui jaringan pipa, hingga proses pengolahan akhir, seluruhnya dirancang terintegrasi agar operasional lebih efisien dan andal,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam proses pengembangannya, Pertamina membangun 21 unit proses baru dan melengkapi kilang dengan 13 fasilitas utilitas pendukung.
Selain itu, empat unit utama yang telah beroperasi sebelumnya turut dimodernisasi untuk meningkatkan kinerja dan keandalannya.
Menurut Baron, peningkatan fasilitas ini tidak hanya berdampak pada kapasitas produksi, tetapi juga pada kualitas bahan bakar yang dihasilkan, yang kini disesuaikan dengan standar lingkungan yang lebih ketat.
Untuk memastikan pasokan bahan baku tetap stabil, Pertamina menambah dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing satu juta barel.
Jaringan pipa di darat dan laut juga diperluas guna memperlancar distribusi minyak ke kilang.
Kilang Balikpapan turut diperkuat dengan fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker berkapasitas hingga 320 ribu DWT.
Keberadaan SPM ini memungkinkan kilang menerima minyak mentah dari berbagai sumber dengan skala yang lebih besar.
Pengembangan RDMP Balikpapan sendiri dilaksanakan melalui tiga tahap utama, meliputi pekerjaan awal, pembangunan fasilitas inti, serta penguatan sistem logistik minyak.
Skema ini dirancang untuk menjamin keberlanjutan operasi kilang dalam jangka panjang.
“RDMP Balikpapan menjadi salah satu proyek strategis terbesar Pertamina. Operasional penuh kilang ini akan menjadi fondasi penting bagi sistem energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Baron. (*/jan)














