BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya mencegah stunting terus digencarkan di Kota Balikpapan.
Salah satu langkah konkret dilakukan UPTD Puskesmas Klandasan Ilir melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) yang dipadukan dengan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Program ini digelar sebagai bentuk komitmen memastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang tepat sejak dini.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, menjelaskan bahwa integrasi PKAT dan PMBA merupakan strategi penting karena masa awal kehidupan adalah periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Edukasi pada fase makan pertama, terutama saat bayi mulai menerima Makanan Pendamping ASI (MPASI), menjadi kunci dalam mencetak generasi yang sehat.
“Fase awal makan adalah saat paling krusial. Dengan edukasi yang tepat saat bayi mulai makan, kita harap ibu-ibu bisa memberikan MPASI yang bergizi, bervariasi, dan sesuai kebutuhan bayi. Ini sangat penting untuk mencegah stunting,” ujar dr. Rusna, Sabtu 22 November 2025.
Dalam kegiatan PKAT–PMBA, Puskesmas Klandasan Ilir memberikan sejumlah layanan, mulai dari pemantauan berat dan panjang badan bayi, konseling pemberian makan, hingga praktik langsung membuat MPASI bergizi.
Ibu-ibu juga dibimbing untuk memahami tekstur makanan sesuai usia anak, frekuensi makan yang benar, hingga cara menyusun menu yang memenuhi gizi seimbang.
Tenaga kesehatan menilai bahwa pemahaman orang tua, khususnya ibu, masih menjadi tantangan dalam pencegahan stunting.
Banyak ibu yang belum mengetahui bahwa MPASI harus kaya protein hewani dan tidak cukup hanya dari bubur instan atau makanan yang mengenyangkan saja.
Melalui PKAT–PMBA, puskesmas berharap pola tersebut berubah menjadi lebih tepat dan berfokus pada kualitas gizi.
Program ini juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendukung pola makan anak.
Menurut puskesmas, dukungan lingkungan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan stunting di tingkat rumah tangga.
Dengan kegiatan rutin seperti PKAT–PMBA, Puskesmas Klandasan Ilir optimistis angka stunting dapat terus ditekan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa gizi baik di awal kehidupan adalah pondasi penting bagi masa depan anak. (*/ADV/jan)














