BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Puskesmas Damai menerapkan pendekatan khusus bagi pasien yang terdeteksi positif HIV.
Menurut dr. Rifiana Susanti, Penanggung Jawab Program HIV, penanganan HIV bukanlah perawatan medis biasa, melainkan memerlukan strategi yang komprehensif dan sensitif.
“Pendekatannya harus spesial, karena sifat HIV berbeda dengan penyakit biasa. Kami tidak hanya memberikan obat, tapi juga memastikan pasien memahami kondisi mereka, risiko, dan pentingnya pengobatan,” ujar dr. Rifiana, Sabtu 22 November 2025.
Begitu hasil tes menunjukkan positif, pasien pertama-tama bertemu dengan tim puskesmas, terdiri dari dokter dan konselor.
Konseling awal ini bertujuan memberikan informasi yang jelas, sekaligus dukungan emosional dan motivasi agar pasien bersedia menjalani terapi.
“Tidak semua pasien memahami apa itu HIV, bagaimana pengobatannya, dan konsekuensi jika pengobatan tidak dijalani. Konseling membantu mereka memahami semua itu,” jelasnya.
Setelah sesi konseling, pasien langsung diberikan pengobatan antiretroviral (ARV) dan diperkenalkan kepada pendamping yang berfokus pada pendampingan ODHIV.
Pendampingan ini menjadi jembatan penting antara pasien dan layanan kesehatan, memastikan pasien tetap konsisten menjalani pengobatan serta mendapatkan dukungan sosial yang diperlukan.
“Dengan pendampingan, pengobatan bisa berjalan dengan lancar, dan pasien merasa tidak sendirian menghadapi kondisi mereka,” tambah dr. Rifiana.
Langkah-langkah ini mencerminkan strategi Puskesmas Damai yang menekankan kombinasi medis, psikologis, dan sosial dalam penanganan HIV.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi ARV, tetapi juga membantu mengurangi stigma yang sering menyertai diagnosis HIV.
dr. Rifiana menekankan pentingnya keterlibatan tim multidisiplin dan dukungan masyarakat dalam keberhasilan program ini.
“Pendekatan komprehensif ini memastikan pasien bisa tetap sehat, produktif, dan mendapatkan kualitas hidup yang baik meski hidup dengan HIV,” ujarnya.
Melalui prosedur ini, Puskesmas Damai menegaskan bahwa deteksi dini diikuti dengan penanganan yang tepat bisa menjadi kunci untuk mengendalikan HIV, sekaligus mendukung pasien secara medis dan emosional. (*/ADV/jan)














