BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Upaya Puskesmas Damai dalam menekan angka penyakit tidak menular terus dilakukan melalui edukasi, pendampingan, dan pemantauan kesehatan berkala.
Salah satunya lewat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang berlangsung rutin setiap Sabtu.
dr. Muhammad Sabda Rahmat Zulkifli, Dokter Umum Puskesmas Damai, menjelaskan bahwa perkembangan pasien diabetes di wilayah kerja Puskesmas Damai menunjukkan tren positif, terutama bagi mereka yang aktif mengikuti Prolanis.
Program ini dinilai membantu memantau efektivitas pengobatan dan pola hidup pasien secara berkala.
“Melalui kegiatan Prolanis ini kita bisa melihat efektivitas pengobatannya. Sejauh ini Alhamdulillah sebagian besar pasien diabetes sudah menunjukkan perbaikan. Dari kadar HbA1c, banyak yang sudah lebih terkontrol,” ujarnya, Sabtu 15 November 2025.
Namun demikian, dr. Sabda mengakui masih ada sejumlah pasien yang menghadapi tantangan dalam hal kepatuhan minum obat.
Beberapa pasien diabetes juga belum mengikuti Prolanis sehingga pola perawatan mereka hanya sebatas datang berobat, mengambil obat, dan kembali ketika keluhan muncul.
Pola ini membuat puskesmas sulit memantau perkembangan kondisi pasien secara optimal.
“Kepatuhan personal itu sangat berpengaruh. Karena itu kami arahkan pasien-pasien DM yang belum masuk Prolanis untuk bergabung. Dalam program ini, gula darah mereka bisa kita kontrol setiap enam bulan dan kita bisa lihat perubahan-perubahannya,” jelasnya.
Melalui pemantauan rutin tersebut, tenaga kesehatan bisa menilai apakah pasien sudah mematuhi aturan minum obat, menjalani pola hidup sehat, atau memerlukan evaluasi terapi.
Jika ada pasien yang sudah disiplin namun gula darah tetap tinggi, dokter dapat meninjau ulang jenis obat atau bahkan merujuk pasien kepada dokter spesialis untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut dr. Sabda, Prolanis bukan hanya sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi wadah edukasi berkelanjutan agar pasien memahami kondisi tubuhnya dan mampu mengelola diabetes dengan lebih baik.
Program ini juga menjadi sarana saling mengingatkan antar peserta agar tetap konsisten menjalani pola hidup sehat.
Dengan dorongan aktif kepada pasien untuk mengikuti Prolanis dan edukasi yang terus diperkuat, Puskesmas Damai menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian penting dari visi mewujudkan Balikpapan yang lebih sehat, produktif, dan bebas komplikasi penyakit kronis. (*/ADV/jan)














