BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Ancaman diabetes kini tidak lagi terbatas pada kelompok usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, Puskesmas Damai mencatat tak sedikit warga usia produktif yang didiagnosis mengalami diabetes melitus.
Fenomena ini menjadi perhatian serius, terutama karena pola hidup modern semakin memberi ruang bagi kebiasaan tidak sehat.
dr. Muhammad Sabda Rahmat Zulkifli, Dokter Umum Puskesmas Damai, menjelaskan bahwa faktor keturunan memang berperan dalam risiko diabetes.
Namun, mayoritas kasus yang ditemui di lapangan lebih dipengaruhi oleh perilaku hidup yang kurang sehat.
“Memang ada faktor genetik, tetapi kebanyakan ya perilaku hidup. Obesitas, kurang gerak, jarang olahraga, dan konsumsi makanan serta minuman manis setiap hari, itu pemicu yang paling sering kami temui,” jelasnya, Sabtu 15 November.
Ia mencontohkan banyak kasus yang dijumpai pada usia 25 hingga 35 tahun, usia yang seharusnya berada pada puncak produktivitas fisik.
Namun kenyataannya, mereka justru datang dengan keluhan gula darah tinggi.
“Dulu banyak yang mengira diabetes hanya penyakit orang tua. Sekarang usia 25 pun sudah ada yang kena,” tambahnya.
Menurut dr. Sabda, pola makan tinggi gula, kebiasaan minum minuman manis modern, serta perilaku hidup sedentari menjadi kombinasi yang mempercepat munculnya diabetes di usia muda.
Kondisi ini diperburuk oleh obesitas yang semakin umum di masyarakat perkotaan.
Tubuh yang tidak aktif menyebabkan sensitivitas insulin semakin menurun, sehingga gula darah mudah meningkat.
“Olahraga adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan sensitivitas insulin tubuh. Kalau tidak ada aktivitas fisik, risiko makin tinggi,” tegasnya.
Puskesmas Damai sendiri terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), terutama aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.
Edukasi ini rutin disampaikan melalui berbagai kegiatan, termasuk Prolanis dan seminar kesehatan.
Dalam setiap kesempatan, tenaga kesehatan menekankan bahwa pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal.
Edukasi ditujukan tidak hanya kepada pasien, tetapi juga keluarga agar perubahan perilaku hidup dapat dilakukan bersama-sama.
Dengan tingginya kasus diabetes usia produktif, Puskesmas Damai berharap masyarakat semakin waspada dan mulai memperbaiki pola hidup sejak dini.
Mengurangi konsumsi gula, rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala adalah langkah sederhana yang bisa menyelamatkan masa depan kesehatan generasi muda Balikpapan. (*/ADV/jan)














