BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Damai menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SDN 001 Balikpapan Selatan, Kamis pagi, 6 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para siswa kelas VI dan diakhiri dengan aksi sikat gigi massal sebagai bentuk edukasi langsung mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar.
Dokter gigi Puskesmas Damai, drg. Deborah Hasianta Simbolon, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
“Hari ini kita melakukan penyuluhan seputar kesehatan gigi dan mulut, sekaligus melaksanakan sikat gigi massal supaya anak-anak mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar, baik dari segi waktu maupun tekniknya,” ujar drg. Deborah.
Dalam penyuluhan yang difokuskan untuk siswa kelas VI tersebut, para siswa diajarkan tiga hal penting, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk mencegah gigi berlubang (karies), serta teknik menyikat gigi yang benar.
Menurut drg. Deborah, masih banyak anak-anak yang belum memahami teknik menyikat gigi yang tepat, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.
“Kalau tekniknya salah, bisa menyebabkan gigi terkikis atau abrasi. Misalnya, gigi depan disikat dengan gerakan atas-bawah, sedangkan gigi belakang dengan gerakan memutar. Permukaan dalam dan lidah juga harus disikat karena banyak sisa makanan menempel di sana,” jelasnya.
Ia menambahkan, waktu menyikat gigi yang ideal adalah dua kali sehari, yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.
“Kebanyakan masyarakat masih menyikat gigi saat mandi, padahal yang benar itu setelah sarapan dan sebelum tidur. Karena kuman berkembang dua kali lipat pada malam hari,” ungkapnya.
Kegiatan penyuluhan ini, lanjut drg. Deborah, merupakan program rutin tahunan Puskesmas Damai yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah kerjanya, mencakup tiga Kelurahan di Balikpapan Selatan.
Fokus utama kegiatan adalah anak-anak sekolah dasar, karena edukasi sejak dini dianggap lebih efektif untuk mencegah kerusakan gigi di masa dewasa.
“Kalau sudah dewasa, itu bukan lagi pencegahan tapi penanganan. Makanya, penting untuk menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak kecil,” tegasnya.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, drg. Deborah juga menyampaikan imbauan kepada orang tua agar lebih peduli terhadap kesehatan gigi anak.
“Orang tua sebaiknya membawa anaknya untuk memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali. Jangan menunggu sampai sakit. Kalau gigi sudah berlubang parah atau kena saraf, perawatannya akan lebih sulit dan memakan waktu,” pesannya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya anak-anak yang mengalami keterlambatan pergantian gigi susu menjadi gigi permanen karena kurangnya pemahaman orang tua.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Pihak SDN 001 Balikpapan Selatan dinilai sangat kooperatif dan mendukung penuh kegiatan penyuluhan dari Puskesmas Damai.
“Respon sekolah sangat baik dan komunikatif. Mereka membantu kami dalam memberikan data siswa dan memfasilitasi kegiatan di kelas,” tutur drg. Deborah.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Damai berharap kesadaran masyarakat, terutama anak-anak dan orang tua, terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat meningkat, sehingga kasus gigi berlubang di usia muda bisa ditekan. (*/ADV)



