BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Puskesmas Damai kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para kader posyandu di wilayah kerjanya yang meliputi Kelurahan Damai, Damai Baru, dan Damai Bahagia.
Kegiatan yang berlangsung Kamis, 6 November 2025, ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melaksanakan Posyandu Siklus Hidup, yang kini menjadi pendekatan baru dalam pelayanan masyarakat.
Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Damai, Eny Indriani, S.K.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk refreshing bagi para kader agar lebih memahami konsep dan teknis pelaksanaan posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada ibu dan balita, tetapi mencakup seluruh kelompok umur.
“Kalau dulu posyandu itu identik hanya untuk ibu, bayi, dan balita, sekarang sudah berubah. Posyandu Siklus Hidup itu sasarannya untuk semua kelompok umur, mulai dari ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa, sampai lansia,” jelas Eny.
Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapat pembekalan mengenai cara pengukuran dan pengisian formulir sesuai dengan kategori usia, karena setiap tahap kehidupan memiliki indikator kesehatan yang berbeda.
“Hari ini tujuannya untuk pembimbingan teknis, refreshing lagi cara pengukuran, kemudian cara pengisian form untuk siklus hidupnya seperti apa. Karena pengukurannya tentu berbeda-beda tergantung usia sasarannya,” tambahnya.
Puskesmas Damai saat ini membawahi 71 posyandu di tiga kelurahan wilayah kerja. Setiap posyandu memiliki minimal lima orang kader aktif, yang berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan di masyarakat.
“Peran kader itu sangat besar. Mereka adalah mitra kami di lapangan, yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Mulai dari pendataan sasaran, sampai membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan di posyandu,” ujar Eny.
Kegiatan bimtek kali ini diikuti oleh sekitar 25 kader perwakilan dari Kelurahan Damai Baru dan Damai Bahagia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan untuk para kader.
“Pesertanya bersifat sampling, jadi satu posyandu diwakili oleh satu kader. Harapannya, setelah pelatihan ini mereka bisa langsung mempraktikkan di posyandu masing-masing,” terang Eny.
Lebih lanjut, Eny menambahkan bahwa Posyandu Siklus Hidup kini juga terintegrasi dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) lintas sektor, tidak hanya kesehatan, tetapi juga mencakup aspek pendidikan, sosial, perumahan, dan lainnya.
“Sekarang posyandu itu tidak hanya menangani bidang kesehatan saja. Ada enam SPM yang harus diperhatikan. Tapi dalam bimbingan kali ini, kita fokus pada bidang kesehatan untuk seluruh siklus hidup,” tutupnya.
Dengan adanya kegiatan pembinaan seperti ini, diharapkan kader posyandu dapat lebih siap dalam memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terpadu lintas usia di wilayah kerja Puskesmas Damai. (*/ADV)



