BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menyiapkan strategi keuangan jangka panjang guna menghadapi potensi pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.
Langkah ini dipandang penting agar stabilitas fiskal daerah tetap terjaga dan pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan.
Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, menegaskan bahwa ketergantungan terhadap dana transfer pusat harus ditekan secara bertahap. Selama ini, sebagian besar belanja daerah masih ditopang oleh dana transfer, dengan porsi mencapai sekitar 70 persen pada 2025.
Namun, target Pemkot cukup ambisius, pada 2030, angka tersebut harus turun menjadi 55 persen.
“Ketergantungan terhadap dana transfer harus berkurang. Kalau tidak, ruang gerak keuangan daerah akan terbatas. Kami ingin PAD lebih berperan,” tegas Muhaimin, Rabu 10 September 2025.
Salah satu terobosan yang mulai berjalan adalah digitalisasi sistem pajak dan retribusi. Pemkot telah memasang alat rekam transaksi di berbagai sektor usaha, terutama restoran dan hotel, untuk memastikan setiap transaksi tercatat secara otomatis. Dengan cara ini, kebocoran pendapatan bisa ditekan, sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Dengan sistem ini, potensi kebocoran bisa ditekan dan kepatuhan wajib pajak meningkat. Transparansi juga lebih terjamin,” jelas Muhaimin.
Selain sektor pajak, Pemkot juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lewat penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program pembinaan, pendampingan, hingga stimulus terus diberikan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing, khususnya ketika Balikpapan menjadi tuan rumah berbagai event berskala nasional maupun regional.
Menurut Muhaimin, penyelenggaraan event menjadi salah satu strategi mempercepat perputaran ekonomi daerah. Hampir setiap bulan, Balikpapan menargetkan adanya event besar yang diharapkan memberi efek berantai bagi berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga kuliner.
“Semakin banyak event, semakin besar multiplier effect untuk ekonomi lokal. Itu otomatis berdampak pada peningkatan PAD,” tambahnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemkot menargetkan PAD tumbuh rata-rata 11 persen setiap tahun. Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah juga dipatok naik dari 34,5 persen pada 2025 menjadi 40,7 persen pada 2026.
Dengan strategi ini, Pemkot Balikpapan berharap mampu membangun kemandirian fiskal yang lebih kuat, sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat kota. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



