BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Cedera adalah risiko yang selalu mengintai atlet saat berlaga di lapangan. Dari keseleo ringan hingga cedera serius, kondisi ini bisa mengancam karier mereka jika tidak ditangani dengan baik.
Menyadari pentingnya perlindungan bagi para atlet, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Balikpapan kini tengah mengupayakan skema jaminan kesehatan bagi atlet daerah.
Rencana ini tidak berjalan sendiri. Disparpora Balikpapan menggandeng KONI Balikpapan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membahas kemungkinan realisasi program tersebut.
Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa pihaknya telah menghitung kebutuhan anggaran agar program ini bisa berjalan secara optimal.
“Kami sudah menghitung dan menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang ada. Cabang olahraga di Balikpapan sangat banyak, dan kami harus memikirkan skema terbaik agar para atlet bisa mendapatkan perlindungan yang layak. Semoga bisa segera direalisasikan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ratih, Kamis 27 Februari 2025.
Langkah awal pembahasan sudah dimulai sejak 2024 dengan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka memperkirakan biaya jaminan kesehatan sebesar Rp 16.800 per atlet per bulan.
Meski anggaran yang dimiliki belum memungkinkan untuk mencakup seluruh atlet, Disparpora Balikpapan tetap menjadikan program ini sebagai prioritas.
Salah satu tantangan utama dalam program ini adalah menentukan atlet mana yang akan mendapat jaminan kesehatan terlebih dahulu. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah memprioritaskan atlet lapis satu di setiap cabang olahraga.
“Kami masih akan menghitung jumlahnya dan mungkin mempertimbangkan prestasi atlet sebagai salah satu kriteria. Nantinya, hal ini akan dibahas lebih lanjut bersama KONI Balikpapan,” tambah Ratih.
Selain inisiatif dari pemerintah, ia juga mendorong para penyelenggara kejuaraan untuk turut serta memastikan keselamatan atlet yang bertanding.
“Saya berharap seluruh penyelenggara pertandingan juga dapat menyiapkan jaminan kesehatan di setiap event yang mereka gelar. Ini demi keselamatan dan kenyamanan atlet dalam bertanding,” tandasnya.
Meski masih dalam tahap perencanaan, wacana ini membawa harapan baru bagi para atlet di Balikpapan. Jika terealisasi, mereka tidak hanya mendapat perlindungan saat bertanding, tetapi juga jaminan kesehatan yang lebih baik untuk mendukung karier mereka dalam jangka panjang. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



