BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan berjalan dengan baik, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati, pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Menurutnya, standar kualitas makanan yang disajikan dalam program ini telah memenuhi persyaratan, mulai dari bahan baku hingga pengemasan yang higienis.
Hal ini menjadi kunci untuk memastikan tidak terjadi insiden keracunan di tengah antusiasme masyarakat dalam menikmati MBG.
“Kami sangat mengutamakan kualitas produk dan bahan baku. Semua makanan yang diproduksi harus memenuhi standar kesehatan dan kemurnian, sehingga tidak ada risiko keracunan,” ujar Alwiati.
Ia menambahkan bahwa selama proses produksi, Dinkes telah melakukan supervisi intensif, terutama setelah petugas gizi mendapatkan pelatihan khusus.
Proses ini tidak melibatkan food test, melainkan pemeriksaan langsung terhadap cara produksi dan pengemasan makanan.
Program MBG ini ditujukan khusus untuk anak-anak sekolah agar kebutuhan kalori mereka, yang mencapai 1500 kalori per hari, dapat terpenuhi dengan baik.
Menurut Alwiati, penyusunan menu MBG didesain untuk memberikan asupan gizi seimbang, di mana karbohidrat utama diperoleh dari nasi, protein dari ayam dan tempe, serta tambahan sayuran segar sebagai sumber vitamin dan mineral.
“Kami pastikan porsi yang disajikan sudah sesuai dengan kebutuhan kalori anak-anak. Makanan yang disediakan tidak hanya enak, tapi juga sehat dan bergizi,” tambahnya.
Sementara itu, untuk tambahan seperti susu, Alwiati menyatakan bahwa kebutuhan nutrisi anak sudah tercukupi dari makanan utama.
Namun, beliau pun membuka peluang agar orangtua dapat menambahkan susu pada makan siang anak jika dianggap perlu, untuk memberikan variasi menu sesuai preferensi masing-masing keluarga.
Selain itu, Alwiati menekankan bahwa distribusi makanan MBG telah diatur secara ketat. Makanan yang diproduksi harus segera dikirim dan langsung dikonsumsi dalam waktu maksimal tiga jam setelah produksi.
“Kami pastikan bahwa mulai dari tempat produksi hingga makanan tiba di tangan anak, semuanya harus berjalan sesuai standar higienis. Makanan yang sudah sampai tidak boleh disimpan lama untuk menjaga kesegarannya,” jelasnya.
Dengan keberhasilan pelaksanaan MBG yang terjaga kualitasnya, Dinkes Balikpapan berharap program ini dapat terus berjalan dan dinikmati oleh anak-anak sekolah.
Program ini tidak hanya mendukung kesehatan anak, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Balikpapan secara menyeluruh. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



