BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah antrian panjang kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan di kota ini, terutama setelah Balikpapan menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), permintaan akan SPBU semakin mendesak.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri, menjelaskan bahwa fenomena antrean panjang di SPBU disebabkan oleh lonjakan arus kendaraan yang masuk ke Balikpapan.
“Kota Balikpapan kini menjadi tempat transit bagi banyak orang yang datang ke IKN. Sebagian besar dari mereka memilih untuk menginap di Balikpapan karena IKN belum sepenuhnya siap untuk dihuni. Hal ini tentunya berdampak pada peningkatan penggunaan kendaraan dan, secara otomatis, permintaan BBM,” ungkap Alwi pada Sabtu, 26 Oktober 2024.
Alwi menyoroti bahwa saat ini Balikpapan hanya memiliki 14 SPBU yang beroperasi. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kota terdekat, Samarinda, yang memiliki 28 SPBU.
“Kondisi ini sangat tidak seimbang, terutama ketika melihat pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan yang semakin meningkat di Balikpapan. Ini membuat antrian di SPBU menjadi masalah yang kian parah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alwi menjelaskan bahwa pembangunan SPBU baru tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga sangat tergantung pada investasi dari pihak swasta.
“Tantangan bagi investor untuk membangun SPBU di Balikpapan cukup besar. Harga tanah yang mahal dan keuntungan yang kecil menjadi faktor penghambat. Selain itu, proses perizinan yang rumit juga sering kali menjadi kendala yang harus dihadapi,” jelasnya.
Menyikapi masalah ini, Alwi mendesak Pertamina untuk berperan aktif dalam memfasilitasi penambahan SPBU di Balikpapan.
“Kami berharap Pertamina dapat mengambil langkah-langkah yang lebih cepat dalam pembangunan SPBU. Jika kita terus menunggu investor, ini bisa memakan waktu yang sangat lama. Pertamina perlu segera melakukan kajian dan berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur BBM di Balikpapan,” tegasnya.
DPRD juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan memahami bahwa solusi untuk mengatasi antrean panjang ini sedang diupayakan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami mendengarkan keluhan mereka. Kami berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan fasilitas publik yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Alwi.
Dengan adanya dorongan ini, DPRD Balikpapan berharap dapat meningkatkan jumlah SPBU di kota tersebut, sehingga antrian panjang yang sering terjadi dapat diminimalkan.
Hal ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan layanan BBM, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Balikpapan, seiring dengan perkembangan IKN yang sedang berlangsung. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



