BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Upaya meningkatkan kualitas transportasi umum di Balikpapan terus menjadi perhatian, terutama melalui layanan Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman (TEMAN) Bus, yang diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas warga kota.
Namun, meskipun armada bus Balikpapan City Trans (BCT) telah beroperasi, infrastruktur pendukung seperti halte masih terbatas.
Arisanda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, menyoroti pentingnya penambahan halte bus untuk memastikan layanan ini beroperasi dengan lebih teratur.
“Dengan adanya halte yang memadai, bus tidak akan berhenti sembarangan, sehingga keamanan dan kenyamanan penumpang bisa lebih terjamin,” ujarnya pada Jumat, 25 Oktober 2024.
Saat ini, BCT memiliki 19 armada yang beroperasi, namun hanya sedikit halte yang dibangun. Hal ini menyebabkan banyak pemberhentian hanya ditandai dengan tanda bus stop sederhana, tanpa fasilitas halte yang lengkap.
“Layanan sudah berjalan, tapi keberadaan halte fisik sangat penting untuk menghindari kesan pemberhentian sembarangan,” tambah Arisanda.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masa depan layanan ini jika armada bus ditambah tanpa dibarengi dengan infrastruktur yang memadai.
“Bagaimana nanti jika jumlah armada ditambah? Kita harus mempersiapkan fasilitasnya dari sekarang,” ungkapnya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah merencanakan penambahan 10 halte BCT. Menurut Kepala Dishub Balikpapan, Adward Skenda Putra, tiga dari halte tersebut akan dibangun dengan dukungan dari bank BUMN, BRI.
Langkah ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat yang mengandalkan TEMAN Bus sebagai sarana transportasi sehari-hari.
Dengan penambahan halte, penumpang akan lebih mudah mengakses layanan, dan pengoperasian bus pun diharapkan menjadi lebih efisien dan terstruktur.
Namun, penambahan halte saja belum cukup. Arisanda berharap pembangunan fasilitas penunjang lainnya, seperti papan informasi, tempat duduk, dan rambu-rambu lalu lintas yang jelas, dapat dipercepat.
“Kami berharap ada percepatan dalam pembangunan infrastruktur penunjang untuk memastikan TEMAN Bus bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harapnya.
Melihat antusiasme Pemkot Balikpapan dalam membenahi layanan transportasi umum, harapan besar diletakkan pada peningkatan kualitas transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
Tantangan ke depan bukan hanya soal penambahan armada dan halte, tetapi juga memastikan bahwa layanan ini bisa diandalkan dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat Balikpapan, keberadaan TEMAN Bus bukan sekadar solusi mobilitas, tetapi juga simbol kemajuan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau.
Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga sektor swasta, diharapkan layanan ini terus berkembang dan memenuhi kebutuhan warga kota yang terus meningkat. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



