PENAJAM, Seputarkata.com – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat pendampingan bagi anak korban kekerasan dengan pendekatan yang komprehensif.
Tidak hanya mendampingi dalam proses hukum, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak ini tetap terjaga.
Kepala UPTD PPA PPU, Hidayah, menegaskan bahwa pemulihan trauma dan menjaga agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah menjadi prioritas utama.
“Kami mendampingi anak-anak hingga proses selesai dan memastikan mereka tetap bersekolah. Harapan kami, masa depan mereka tidak terganggu oleh pengalaman buruk yang mereka alami,” ujarnya pada Selasa, 1 Oktober 2024.
UPTD PPA PPU bekerja sama dengan psikolog klinis untuk memberikan dukungan emosional dan mental, membantu anak-anak bangkit dari trauma dan kembali melanjutkan pendidikan mereka.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah rasa malu yang sering kali menjadi penghalang bagi anak-anak ini untuk kembali ke sekolah asal.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui Dinas Sosial Kalimantan Timur telah menyediakan fasilitas sekolah dan asrama di luar daerah bagi mereka yang merasa tidak nyaman kembali ke lingkungan lama.
“Beberapa anak telah memilih untuk melanjutkan sekolah di tempat lain melalui program kerja sama dengan Dinsos Kaltim,” ungkap Hidayah.
Pendampingan UPTD PPA PPU tidak berhenti di situ. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai sektor untuk memastikan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan anak-anak ini selama masa pendidikan mereka.
“Kami berharap anak-anak ini dapat meraih masa depan yang lebih cerah, karena pendidikan adalah kunci utama bagi mereka,” pungkasnya. (*/ADV/DiskominfoPPU/jan)



