SAMARINDA, Seputarkata.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser tahun ini memiliki pola berbeda.
Lima cabang olahraga tidak akan mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dalam skema penyelenggaraan bersama karena keterbatasan anggaran.
Kelima cabang olahraga tersebut yakni binaraga, ski air, woodball, gateball, dan petanque. Meski harus menggelar pertandingan secara mandiri, atlet dari lima cabor itu tetap berstatus sebagai peserta resmi Porprov VIII Kaltim.
Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Hendra Radinal Ary, menegaskan mekanisme mandiri tersebut tidak mengurangi nilai prestasi yang diraih para atlet.
Medali maupun sertifikat yang diperoleh dari lima cabor tersebut tetap diperhitungkan dalam hasil resmi Porprov VIII.
“Medali dan sertifikat dari kelima cabor tersebut tetap dihitung sama seperti cabor lainnya,” kata Hendra di Samarinda, Rabu (9/9/2026).
Menurut Hendra, keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian penyelenggaraan dengan kemampuan anggaran.
Dengan mekanisme mandiri, pertandingan tetap dapat dilaksanakan tanpa menghilangkan kesempatan atlet untuk berlaga dan menyumbangkan prestasi bagi daerahnya.
Sementara itu, persiapan Porprov VIII secara keseluruhan terus dikebut. Ajang olahraga empat tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 16-24 November 2026.
KONI Kaltim mencatat sekitar 9 ribu atlet akan ambil bagian. Mereka akan bertanding pada 64 cabang olahraga dengan total 1.066 nomor pertandingan.
Hendra menyebut kesiapan venue dan fasilitas pertandingan saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Tahap finalisasi akan dilakukan menjelang pembukaan kompetisi.
“Dalam dua bulan, perhelatan multi event regional ini akan kami finalisasi,” ujarnya.
Bagi KONI Kaltim, Porprov bukan hanya menjadi arena untuk menentukan daerah dengan perolehan medali terbanyak. Ajang ini juga menjadi bagian dari proses pemetaan dan pembinaan atlet sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional.
Atlet-atlet berprestasi di Porprov diharapkan dapat terus berkembang hingga mampu bersaing dalam babak kualifikasi PON 2027 dan PON 2028.
Hendra mengatakan peningkatan prestasi menjadi salah satu target yang harus dicapai dari penyelenggaraan Porprov.
“Prestasi harus meningkat. Kalau Pra PON kemarin peringkatnya sekian, yang berikutnya harus lebih baik. Untuk PON, kami pernah peringkat 8, harus bisa lebih tinggi lagi,” katanya.
Dalam mekanisme peserta, atlet dari kabupaten dan kota di Kaltim diwajibkan melewati proses kualifikasi yang digelar daerah masing-masing. Khusus Paser sebagai tuan rumah, terdapat mekanisme wild card.
Di luar persiapan teknis Porprov, KONI Kaltim juga tengah mendorong perubahan siklus penyelenggaraan. Porprov yang selama ini digelar empat tahun sekali direncanakan menjadi dua tahun sekali.
Perubahan tersebut dinilai dapat membuat proses pembinaan atlet berjalan lebih berkelanjutan. Namun, Hendra mengingatkan perubahan frekuensi penyelenggaraan harus diikuti kesiapan perangkat organisasi dan sumber daya manusia.
“Kalau itu terwujud, kami harus bergerak cepat menyiapkan perangkat dan SDM. Jangan sampai SDM-nya setengah-setengah, nanti malah kacau,” pungkasnya. (*/jan)













