BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Operasional Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan resmi berakhir pada Senin (30/3/2026), setelah berjalan selama 18 hari sejak pertengahan Maret lalu.
Penutupan posko ini menandai selesainya masa pelayanan intensif arus mudik dan arus balik Idulfitri di salah satu bandara tersibuk di Kalimantan Timur.
Selama periode tersebut, pergerakan penumpang melalui Bandara SAMS Sepinggan tercatat mencapai 290.892 orang.
Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sekitar 0,8 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya, dengan potensi masih bertambah hingga awal April seiring masih berlangsungnya arus balik lanjutan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyebut keberhasilan operasional posko tahun ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi yang terjalin konsisten selama masa puncak perjalanan.
“Seluruh rangkaian pelayanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan dengan baik. Koordinasi antara seluruh unsur pendukung sangat membantu kami menjaga operasional tetap aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan pelayanan selama posko tetap mengacu pada prinsip 3S + 1C, yakni keselamatan, keamanan, pelayanan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional.
Lonjakan tertinggi keberangkatan terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 137 pergerakan pesawat dan 19.341 penumpang.
Sementara puncak kedatangan arus balik tercatat pada 28 Maret 2026 saat bandara melayani 146 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 21.509 orang.
Untuk tujuan penerbangan, lima rute domestik masih mendominasi mobilitas penumpang selama musim Lebaran, yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Tarakan.
“Dari sisi operasional, hingga H+7 Lebaran tidak ada gangguan berarti yang memengaruhi penerbangan. Seluruh fasilitas terminal juga berjalan optimal sehingga pelayanan kepada penumpang tetap terjaga,” kata Iwan.
Manajemen bandara juga memastikan evaluasi menyeluruh tetap dilakukan meski posko resmi ditutup.
Langkah ini dinilai penting untuk memperbaiki sistem pelayanan pada periode libur nasional maupun musim padat penumpang berikutnya.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pengguna jasa yang sudah mengikuti arahan petugas selama masa kepadatan berlangsung. Jika masih ada kekurangan dalam pelayanan, tentu akan menjadi bahan pembenahan kami ke depan,” tambahnya.
Pasca penutupan posko, Bandara SAMS Sepinggan kini kembali menjalankan pola operasional normal dengan tetap mempertahankan standar layanan prima bagi pengguna jasa penerbangan. (*/jan)














